Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pilkada

Syarief Hasan Bantah Inggrid Mencalonkan di Pilkada Kota Sukabumi
Jelang Pilkada Kota Sukabumi Andri Hamami Nyebrang ke Demokrat, Benar atau Hoax?
Maju di Pilkada Kota Sukabumi, Mulyono Siapkan Dua Skenario
Hujan Jadi Saksi RESMI Menjemput Takdir Kemenangan Fahmi di Pilkada Kota Sukabumi 2018
Sah, Koalisi Masagi PAN-PPP di Pilkada Kota Sukabumi 2018
Yuk Ikutan Lomba Maskot Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi 2018
Dari Satu Mobil Muncul Wacana Koalisi Partai Merah, Kuning, Hijau di Pilkada Kota Sukabumi
Kunjungi Sukabumi, Syaikhu Beberkan Empat Partai Besar Koalisi di Pilgub Jabar
Tunggu 15 Oktober, Ribka Bicara Peluang Hanafie Melawan Kader Banteng di Pilkada Kota Sukabumi
100 Persen Diusung Demokrat di Pilkada Kota Sukabumi, Andri: Saya Belum Tahu


Hadapi Pilwalkot Sukabumi, Relawan Fahmi Galau

Jumat, 20 Oktober 2017 - 20:10:41 WIB


Hadapi Pilwalkot Sukabumi, Relawan Fahmi Galau
© Istimewa
Surat tugas yang diterima Andri Hamami dari DPP Partai Demokrat.

SUKABUMIUPDATE.com - Andri Hamami yang digadang-gadang akan mendampingi Achmad Fahmi, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, menuai kekhawatiran tim Relawan Sukabumi Mendukung Achmad Fahmi (Resmi), lantaran dari kabar yang tersiar, ternyata, Andri bukannya mendapat Surat Keputusan (SK) dari DPP Partai Demokrat, melainkan hanya Surat Tugas.

"Saya kira, DPP Demokrat akan mengeluarkan SK kepada Andri, untuk maju mendampingi jagoan kami, Achmad Fahmi. Tapi ternyata, hanya surat tugas saja," ujar Koordinator Relawan Resmi, Rudi Suharya, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (20/10/2017).

BACA JUGA: 163 Calon PPK Kota Sukabumi Ikut Seleksi Tertulis

Pria yang akrab disapa Cep Endo ini berharap, jika serius mau berkoalisi, seharusnya dibuktikan bentuk keseriusannya, salah satunya, yaitu melalui SK dari pusat.

"Surat tugas itu kan kurang kuat, dan bisa saja sewaktu-waktu dicabut kembali oleh DPP. Saya khawatir, ada upaya-upaya tertentu untuk menjegal dan menjebak Fahmi, calon Wali Kota Sukabumi yang sudah resmi mendapat SK dari DPP PKS," sampainya.

BACA JUGA: Keluarga Alm Mantan Wali Kota Sukabumi Dua Periode, Belum Nyatakan Dukungan di Pilkada 2018

Menurutnya, PKS Kota Sukabumi yang sekarang memiliki tiga kursi di parlemen, akan semakin terganjal langkahnya untuk memenuhi ketentuan Parlementary Treshold (PT), dimana partai politik (Parpol) berhak mengusung dengan jumlah kursi 20 persen atau minimal tujuh kursi di DPRD Kota Sukabumi.

"Kami di tataran bawah pendukung Fahmi, khawatir terhadap berbagai manuver yang bisa dilakukan kubu Partai Demokrat. Kalau soal merasa dipermainkan atau tidak, itu bukan ranah kami," imbuhnya.

BACA JUGAKetua DPD Golkar Kota Sukabumi masih Pilih-pilih Pasangan

Bagaimanapun, kata dirinya, hal itu dapat memunculkan gejolak di lapangan, dan itu perlu diredam. Lebih baik, tambahnya, kalau memang serius mau berkoalisi, sesegera mungkin dibuktikan.

"Perjalanan masih panjang, tapi waktunya sudah mepet. Jangan sampai kami justru tidak bisa melangkah, hanya karena persoalan ini," tutupnya.

Reporter: GARIS NURBOGARULLAH
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar