Jumat, 22 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Kiamat 23 September Diklaim Numerologis Berdasarkan Alkitab
Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Kronologi Temuan Harimau Jawa di Ujung Kulon
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus


Gunung Es Terbesar Lepas dari Antartika

Kamis, 13 Juli 2017 - 13:26:02 WIB


Gunung Es Terbesar Lepas dari Antartika
© washingtonpost
Gunung es seluas lebih dari 5.800 km persegi dan seberat satu triliun ton lepas dari lapisan es Larsen C di Antartika.

SUKABUMIUPDATE.com - Para ilmuwan pada hari Rabu, 12 Juli 2017, mengumumkan peristiwa lepasnya lapisan es di Larsen C Ice Shelf, Antartika. Peristiwa yang telah lama diantisipasi ini melepaskan gunung es seluas lebih dari 5.800 km persegi dan seberat satu triliun ton.

Peristiwa itu terjadi sekitar antara hari Senin (10 Juli) dan Rabu (12 Juli). Gunung es itu, yang kemungkinan akan diberi nama A68, memiliki volume dua kali dari Danau Erie, salah satu dari Great Lakes.

Temuan itu terdeteksi pada data dari instrumen satelit Aqua MODIS NASA, yangmenggunakan gambar infrared termal pada resolusi 1 km, dan dikonfirmasi oleh instrumen Suomi VIIRS NASA.

Gunung es itu sudah mengambang sebelum terpisah, sehingga tidak memiliki dampak langsung pada permukaan laut. Pemisahan ini menyebabkan Larsen C Ice Shelf berkurang lebih dari 12 persen, dan lansekap dari Semenanjung Antartika berubah selamanya.

Meskipun lapisan es yang tersisa akan berkembang kembali, peneliti Swansea sebelumnya menunjukkan bahwa konfigurasi baru itu berpotensi kurang stabil daripada sebelum keretakan. Ada risiko Larsen C mengikuti contoh dari tetangganya, Larsen B, yang hancur pada tahun 2002 menyusul peristiwa pemisahan pada tahun 1995.

"Kami telah mengantisipasi peristiwa ini selama berbulan-bulan, dan terkejut akan lamanya waktu yang terjadi untuk pemisahan beberapa kilometer terakhir dari es itu. Kami akan terus memantau dampak peristiwa pemisahan terhadap Larsen C Ice Shelf, dan nasib gunung es besar ini,” ujar Profesor Adrian Luckman dari Swansea University, peneliti utama dari proyek MIDAS, Rabu 12 Juli 2017.

Gunung es itu adalah salah satu yang terbesar yang tercatat dan masa depannya sukar untuk diprediksi. Gunung es ini bisa tetap menjadi satu bagian atau akan terpecah dalam beberapa bagian. Beberapa es tetap di daerah itu selama puluhan tahun, sementara bagian-bagian gunung es itu mungkin hanyut menuju utara ke perairan yang lebih hangat.

Larsen C Ice Shelf, yang memiliki ketebalan antara 200 dan 600 meter, mengapung di laut di tepi Semenanjung Antartika, menahan aliran gletser yang masuk ke dalamnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar