Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Kiamat 23 September Diklaim Numerologis Berdasarkan Alkitab
Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Misteri Perjalanan Manusia Purba dari Afrika ke Eropa Terungkap
Kutu Laut Ternyata Makhluk Pemakan Bangkai
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Instagram Tambahkan Sejumlah Pembaharuan dan Fitur Baru


Google Doodle, Sir John Cornforth, dan Nobel Kimia

Kamis, 07 September 2017 - 20:18:33 WIB


Google Doodle, Sir John Cornforth, dan Nobel Kimia
© guardian.co.uk
Sir John Cornforth, ilmuwan tuli peraih nobel yang menjadi Google Doodle pada 7 September 2017.

SUKABUMIUPDATE.com - Google Doodle hari ini, Sir John Cornforth, adalah pemenang Nobel Kimia pada 1975 untuk karyanya mengenai stereokimia reaksi yang dikatalisis enzim.

"Subyek ini sulit dijelaskan kepada orang awam," ujar Cornforth setelah memenangi hadiah Nobel Kimia. Namun karya penelitiannya mengenai enzim yang menyebabkan perubahan pada senyawa organik membantu dia menggambarkan biosintesis kolesterol. Karya itu sekaligus membuatnya dianugerahi hadiah Nobel.

Dia juga secara signifikan mempengaruhi pemahaman penisilin, termasuk cara memurnikan dan mengkonsentrasikannya. Ia melanjutkan penelitiannya di University of Sussex sampai dia meninggal tiga tahun lalu.

Pencapaian itu sangat luar biasa mengingat kondisinya. Sejak remaja, Cornforth telah kehilangan pendengarannya. Ia mengalami tuli total pada usia 20 tahun.

Selain itu, Cornforth menerima penghargaan CBE pada 1972, gelar Ksatria pada 1977, dan Companion of the Order pada 1991. Ia juga terpilih menjadi anggota Royal Society pada 1953 dan memenangi Medali Davey pada 1968.

Sir John Cornforth lahir di Sidney, Australia, pada 7 September 1917. Ayah berasal dari Inggris, sementara ibunya Australia. Ia menghabiskan masa kecilnya di Australia. Sejak kecil, ia tertarik pada bidang kimia dengan eksperimen di ruang cuci rumahnya. Sejak berusia 16 tahun, Cornforth telah kehilangan pendengarannya.

Cornforth menjadi dosen di University of Sydney. Ia kemudian mendapat beasiswa ke Oxford dan bergabung dengan tim yang membuat sebuah langkah besar dalam studi penisilin hingga akhirnya meraih Nobel.

Sir John Cornforth meninggal dunia pada 8 Desember 2013 di usia 96 tahun. Google Doodle hari ini memperingati hari ulang tahunnya dan mengenang jasanya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar