Selasa, 26 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Kiamat 23 September Diklaim Numerologis Berdasarkan Alkitab
Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Kronologi Temuan Harimau Jawa di Ujung Kulon
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Misteri Perjalanan Manusia Purba dari Afrika ke Eropa Terungkap


Google Danai Proyek Jurnalisme oleh Robot

Jumat, 07 Juli 2017 - 18:41:35 WIB


Google Danai Proyek Jurnalisme oleh Robot
© LinkedIn
google.

SUKABUMIUPDATE.com - Google mendanai proyek jurnalisme oleh komputer atau robot, dengan manergetkan produksi 30 ribu berita per bulan untuk media lokal di Inggris. Kantor berita lokal Inggris, Press Association (PA), menerima 622 ribu pound sterling (Rp 10 miliar ) untuk skema yang diberi nama Radar: reporter, data, dan robot. Kantor berita itu akan bekerja sama dengan Urbs Media, sebuah start up.

PA mengatakan proyek Radar akan menguntungan "media yang mapan", penerbit independen, dan blogger lokal. Proyek yang akan mulai diluncurkan pada 2018 ini tetap menggunakan jurnalis manusia. Lima orang akan ditugaskan menggunakan sumber data resmi terbuka untuk mengotomatisasi laporan tentang kesehatan, kejahatan, pekerjaan, dan subyek lainnya.

"Wartawan manusia yang terampil masih akan sangat penting dalam prosesnya, namun radar akan memungkinkan kita memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk meningkatkan volume cerita lokal yang tidak mungkin dikerjakan secara manual, " kata editor Press Association, Pete Clifton. Dia menambahkan bahwa media berita membutuhkan cara "hemat biaya" untuk menghasilkan cerita lokal.

Menurut Neil Thurman, profesor komunikasi dari University of London dan University of Munich, menilai proyek itu merupakan langkah yang menarik. Tapi, ia menilai keberadadan robot atau komputer tetap akan akan mematikan jurnalisme manusia.

"Saya merasa sulit untuk melihat bagaimana otomatisasi akan membantu memberikan liputan tambahan tentang pengadilan hakim lokal atau pengadilan mahkota, " kata Thurman kepada BBC.

Alih-alih tertarik pada jurnalisme berdasar lonjakan "data alert", konsumen berita lokal dinilai akan lebih tertarik pada berita dan analisis yang dikuratori dengan hati-hati. Dengan demikian hal itu akan memastikan pelestarian jurnalis manusia.

"Anda tidak bisa benar-benar meliput(pemerintah daerah) melalui otomatisasi karena banyak tentang penyelidikan, politik, hubungan pribadi, yang telah mengatakan apa yang kepada siapa, dsb - sulit untuk mendapatkan informasi tersebut dalam bentuk feed," kata Thurman.

Dr. Thurman dan rekannya baru-baru ini menerbitkan sebuah studi di mana contoh jurnalisme otomatis dievaluasi oleh reporter profesional manusia. Banyak yang merasa bahwa kualitas penulisan dalam laporannya kurang, meskipun beberapa yang disarankan bisa berguna untuk memecahkan berita faktual tertentu yang nantinya dapat diperluas oleh manusia.

Wartawan robot juga diketahui telah menangkap informasi fiktif. Bulan lalu, sebuah program LA Times menerbitkan sebuah peringatan tentang gempa berkekuatan 6,8 skala richter di California.

Itu tertanggal 29 Juni 2025 dan sebenarnya terkait dengan gempa yang terjadi 100 tahun sebelumnya - pemberitahuan tersebut telah diterbitkan secara keliru oleh US Geological Survey.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar