Minggu, 20 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Berpuasa di Negeri Orang, Gadis Kota Sukabumi Melawan Rasa Kangen
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata


Gabung Bersama Komunitas Karasukan, Nunu Asal Sukabumi Jatuh Hati dengan Renteng

Kamis, 27 Juli 2017 - 23:14:53 WIB


Gabung Bersama Komunitas Karasukan, Nunu Asal Sukabumi Jatuh Hati dengan Renteng
© Dimas DR
Anak-anak Komunitas Karasukan asyik bermain alat musik tradisional.

SUKABUMIUPDATE.com - Bermain di ranah musik etnik, sekilas memang tak begitu banyak menjanjikan. Belum lagi pasar musiknya seolah-olah terbatas hanya pada masyarakat pencinta musik tradisi atau komunitasnya saja, ditambah anak-anak muda secara umum lebih memilih trend dan budaya yang datang dari luar, dibanding mencintai keaslian seni tradisinya.

Hal tersebut diakui para pelaku musik etnik, namun keyakinan dan rasa cinta mereka sepertinya lebih kuat dibanding harus tunduk pada keinginan pasar atau pemenuhan materi semata, seperti yang dikemukakan Mutiara Resma (22 tahun), pemain Perkusi yang memfokuskan diri pada alat musik tradisional Celempung Renteng.

BACA JUGA: Komunitas Sketsa dan Karasukan Asal Sukabumi, Cari Sikumbang Hingga ke Lebak Banten

Mutiara yang akrab dengan sapaan Nunu ini sejak lulus SMA bergabung bersama Komunitas Karasukan dan langsung jatuh cinta pada alat musik dari Bambu. Kini, Nunu tak hanya bermain untuk Karasukan, ia juga turut terlibat di sejumlah garapan musik dengan berbagai komunitas lain berkat keahliannya bermain Renteng.

"Karena cinta kali ya," ucapnya kepada sukabumiupdate.com, saat berbincang-bincang dalam salah satu kesempatan menyampaikan alasannya terjun di musik etnik. Padahal seperti anak muda seusianya, ia pun menyukai Payung Teduh dan musisi-musisi trend saat ini.

BACA JUGA: Kolaborasi Karasukan dan Sketsa di GWK Lahirkan Karya Musik Unik Sukabumi

Nunu menambahkan, jika dirinya hanya melakukan apa yang disukai. "Saya menikmati bermain musik etnik bahkan bermimpi jika musik etnik ini bisa diterima dengan sangat wajar oleh semua kalangan, sama seperti mereka menerima jenis musik lainnya," harapnya.

Hal paling menggangu menurut Nunu, justru sulitnya menemukan perempuan yang mau sama-sama terjun di musik ini. "Mungkin karena gengsi. Sebagian dari mereka masih beranggapan musik etnik atau tradisional itu kampungan, gak keren, dibanding ngeband atau main alat musik modern. Padahal yang buat kampungan atau enggaknya adalah diri kita, bukan musiknya. Kalau attitude kita bagus, skill bagus, punya cita rasa yang oke, musik Buhun sekalipun akan jadi hal yang sangat keren," tandasnya.

Reporter: DIMAS DR/Kontribuor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar