Jumat, 21 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus
Hindari Mengunggah 6 Hal Berikut di Facebook


Fosil Satwa Langka Ini Punya Tameng di Punggungnya

Selasa, 11 Juli 2017 - 19:14:17 WIB


Fosil Satwa Langka Ini Punya Tameng di Punggungnya
© newsweek.com
Sepotong fosil Eusaurosphargis dalsasso. Fosil adalah spesimen paling lengkap yang pernah ditemukan.

SUKABUMIUPDATE.com - Tim ahli paleontologi dari Universitas Zurich, Swiss, dan Universitas Oxford, Inggris, mengumumkan nama spesies baru dari fosil satwa langka purba. Setelah 15 tahun tak bernama, kini fosil itu bisa disebut dengan Eusarosphargis dalsassoi.

Reptil yang ditemukan di Pegunungan Grisons, Swiss, ini berukuran 20 sentimeter. Diperkirakan hidup pada 241 juta tahun lalu. Tubuh E. dalsassoi ini dibalut dengan osteoderm kokoh dengan jenis bervariasi, yakni halus, kasar, dan berduri. Itu membuat punggungnya seperti memiliki tameng.

Fragmen fosil satwa langka ini pertama kali ditemukan pada 15 tahun lalu oleh Christian Obrist bersama Heinz Furrer. Setahun kemudian, fragmen lain ditemukan, namun dalam keadaan rusak. Beruntung, fosil dari Grissons memiliki tingkat keawetan yang baik.

"Lingkungan ditemukannya fosil sangat bagus, sehingga tidak rusak," kata Torsten Scheyer, pemimpin penggalian dari Zurich, seperti dikutip dari laman kampusnya. "Sehingga kami bisa merekonstruksi ulang kerangka dan paras luar fosil satwa langka ini."

E. dalsassoi memiliki karakteristik yang mirip dengan kadal Cordylidae, reptil bersisik kecil (Lepidosauria) yang biasanya hidup di dataran kering di bagian Selatan Afrika. Di daerah tersebut tersebar mitos keberadaan naga. Kerabat terdekat dari E. dalsassoi, menurut peneliti, adalah IchthyosaursSauropterygians, dan Helveticosaurus.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar