Selasa, 27 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


FAMS Nilai Sidak Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi ke Pabrik Aqua Dijadikan Bargaining

Rabu, 12 Oktober 2016 - 12:51:07 WIB


FAMS Nilai Sidak Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi ke Pabrik Aqua Dijadikan Bargaining
© Dok. sukabumiupdate.com
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) milik PT Aqua Golden Mississippi Indonesia di jalan Cidahu, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.COM - Forum Aktivis Mahasiswa Sukabumi (FAMS) menilai inspeksi mendadak atau sidak yang dilakukan oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi ke pabrik yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) merek Aqua, yakni PT Tirta Investama di Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu beberapa waktu lalu hanya dijadikan bargaining saja.

"Sudah jelas anggota legislatif yang melakukan sidak tersebut menemukan adanya pelanggaran, seperti perusahaan itu nyolong air selama 22 tahun, tetapi hingga kini tidak ada kelanjutannya. Kami menduga ada sesuatu, sehingga kasus tersebut seperti di "peti es"," kata Ketua FAMS, Yanyan Hendayana kepada sukabumiupdate.com, Rabu (12/10).

Menurutnya, tindakan anggota Komisi I yang melakukan sidak ke perusahaan yang memproduksi AMDK merek Aqua tersebut diapresiasi pihaknya, jika memang dengan itikad serius untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini terjadi.

Keluhan dari warga mengenai kerugian yang ditimbulkan akibat keberadaan pabrik AMDK itu sudah lama terjadi, tapi kemudian itu tidak pernah disikapi secara kongkrit, hanya janji-janji belaka.

Selanjutnya pihaknya mendesak agar dewan tegas dan tidak memble, jika memang terbukti melanggar, maka secepatnya harus ada tindakan kongkrit.

"Kami tidak berharap kegiatan sidak ini dilakukan secara serampangan tanpa solusi yang cerdas dan tegas, apalagi jika hanya untuk pencitraan, dan menjadi alat bargaining saja," tambahnya.

Yanyan mengatakan, agar masyarakat khususnya warga Kabupaten Sukabumi percaya kepada yang namanya wakil rakyat, maka tindakan tegas harus dilakukan segera mungkin. Sudah mulai muncul opini di masyarakat bahwa kasus PT TIV yang mencuri air Kabupaten Sukabumi selama 22 tahun tersebut sudah dipeti eskan oleh dewan yang melakukan sidak.

"Kami berharap dewan bisa amanah dan profesional dalam menjalankan tugasnya, langkah pertama yang harus diambil adalah membentuk panitia khusus (pansus). Karena sudah jelas dampak dan kerugian akibat pencurian air tersebut," katanya.

Sebelumnya (4/10) lalu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari Komisi I terkait sidak ke PT TIV tersebut. 

“Tidak dibiarkan, kita masih menunggu hasil kajian dari Pemda, dalam hal ini dinas terkait. Kita akan memanggil eksekutif untuk rapat bersama pimpinan dewan, membahas tindak lanjut dari temuan Komisi I di Pabrik Aqua,” jelas ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi.

Agus tidak menampik jika penanganan temuan dugaan pelanggaran izin pemanfaatan air tanah yang dilakukan PT TIV sebagai produsen Aqua di Sukabumi berjalan lamban. Politikus Partai Golkar ini berjanji DPRD akan mengambil sikap setelah mengetahui hasil kajian dari pemerintah darah (Pemda), terkait temuan Komisi I.

“Setelah paripurna anggaran biaya tambahan (ABT), 10 Oktober, kasus ini akan kita bahas kembali. Soal akan ada panitia kerja (panja-red) atau tidak, kita lihat hasil kerja Pemda. Yang jelas kita pimpinan dewan mendukung hasil temuan Komisi I harus ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Reporter: Rizky Pratama/kontributor
Redaktur: AA ROHMAN
Penyunting: FIRMAN KURNIAWAN
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar