Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Faktor Ekonomi, Istri Dominasi Gugat Cerai di Kota Sukabumi

Jumat, 19 Mei 2017 - 15:08:48 WIB


Faktor Ekonomi, Istri Dominasi Gugat Cerai di Kota Sukabumi
© Garis Nurbogarullah
Kantor Pengadilan Agama Kota Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Faktor ekonomi ternyata menjadi penyebab banyaknya istri di Kota Sukabumi, mengajukan gugatan cerai. Data Kantor Pengadilan Agama Kota Sukabumi menunjukkan, kurun waktu Januari hingga pertengahan Mei 2017 kasus perceraian yang ditangani sudah mencapai 251 kasus.

Panitera Muda Pengadilan Agama, Umi Kulsum mengatakan, kasus perceraian yang terjadi lebih diakibatkan munculnya perselisihan dalam rumah tangga. “Rata-rata alasan istri gugat suami karena faktor ekonomi, sisanya disebabkan karena sudah tidak sepaham dan adanya orang ketiga," jelasnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (19/5).

BACA JUGA:

Wow, Populasi Janda di Kota Sukabumi Semakin Meroket

Cikole Juara, Janda Kota Sukabumi Bertambah Seribu

Komisi IV DPRD Menyayangkan Tingginya Angka Perceraian di Kabupaten Sukabumi

Menurutnya, kasus perceraian di Kota Sukabumi setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Tahun 2015 jumlah perceraian yang ditangani sebanyak 580 kasus dan pada 2016 bertambah menjadi 640 kasus. Sedangkan di tahun 2017 kasus perceraian yang ditangani bulan Januari 48 kasus, Februari 54 kasus, Maret 69 kasus, April 51 kasus dan Mei 51 kasus.

"Dari jumlah gugatan yang masuk, talak suami (suami menggugat istri-red) hanya mencapai 33 perkara," pungkasnya.

Reporter: GARIS NURBOGARULLAH
Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar