Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Fahmi Balon Wali Kota Sukabumi Usungan PKS, Inikah Akhir Perjalanan Mufakat

Minggu, 16 Juli 2017 - 15:41:23 WIB


Fahmi Balon Wali Kota Sukabumi Usungan PKS, Inikah Akhir Perjalanan Mufakat
© Dimas DR
Pengukuhan tim pemenangan dan deklarasi pengusungan Achmad Fahmi di Gedung Juang 45, Sabtu (15/7/2017).

SUKABUMIUPDATE.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi Jawa Barat, resmi mengusung Achmad Fahmi sebagai bakal calon (Balon) Wali Kota untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018-2023. Apakah ini akhir dari pasangan Muraz-Fahmi untuk Masyarakat (Mufakat), berikut analisa Pengamat Politik Asep Deni kepada sukabumiupdatecom, Minggu (16/7/2017).

Menurutnya, meski PKS sudah mengusung seseorang menjadi F1, namun didalam perkembangannya bahwa tahapan untuk mendaftarkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota baru akan dilakukan pada Januari 2018.

“Apakah selama perjalanan dilakukan survei pasangan, karena saat ini setiap orang ingin mencalonkan Wali Kota,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketua DPD PKS Kota Sukabumi: Fahmi Disiapkan Jadi Balon Wali Kota

Nantinya, jelas Asep, selama rentang waktu beberapa bulan PKS harus melakukan analisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Manakala hasil analisis kekuatan mendudukkan Fahmi pada posisi kedua, bisa saja terjadi.

“Tapi sekarang, partai harus mengusung calon menjadi Wali Kota meski seiring waktu bisa saja berubah,” katanya.

Karena lanjut Asep, dalam pengusungan nanti, PKS tetap harus berkoalisasi dengan partai lain untuk memilih pasangan Balon Wakil Wali Kota sekaligus melihatnya, sejauh mana elektabilitas dan kapabilitasnya.

“Belum akhir dari Mufakat, karena di dalam politik perubahan cepat sekali, sampai detik-detik terakhir pendaftaran di KPU (Komisi Pemilihan Umum) nanti,” katanya.

BACA JUGA: DPD PKS Kota Sukabumi Usung Achmad Fahmi Sebagai Balon Wali Kota

Di sisi lain kata dirinya, langkah tidak terduga PKS dengan lebih awal melakukan deklarasi usungan menjadi peluang besar bagi seorang Achmad Fahmi. Karena saat ini tambahnya, banyak yang berfikir akan lebih dulu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) melakukan deklarasi, karena sudah sejak awal melakukan penjaringan meski kemudian prosesnya agak panjang.

Sementara kata Asep, PKS sudah lebih dahulu melakukan penilaian di internal. “Sangat merubah konstelasi politik. Setidaknya, seluruh partai di bulan Agustus harus deklarasi menentukan koalisi partai,” jelasnya.

BACA JUGA: Kemana Arah Politik Incumbent dan Peluang Menang di Pilkada Kota Sukabumi 2018-2023

Lebih lanjut dirinya mengatakan, secara de facto harus diakui, jika sekarang Mohammad Muraz dan Achmad Fahmi masih menjalankan jabatannya masing-masing sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Semua harus berjalan sampai nanti mereka mengambil cuti, meski secara hubungan emosional dan psikologi, hal wajar, jika kurang nyaman,” pungkasnya.

Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar