Minggu, 24 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Berpuasa di Negeri Orang, Gadis Kota Sukabumi Melawan Rasa Kangen
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata


Evani Jesslyn Jadi Barista, dari Benci Sampai Cinta Mati Kopi

Rabu, 12 April 2017 - 10:51:57 WIB


Evani Jesslyn Jadi Barista, dari Benci Sampai Cinta Mati Kopi
© kopikini.com
Evani Jesslyn, sang barista muda.

SUKABUMIUPDATE.com - Evani Jesslyn mengalami fase "dari benci menjadi cinta" terhadap kopi. Dara kelahiran 18 Agustus 1990 ini awalnya tak suka minum kopi karena rasanya pahit.

Pada satu waktu, ketika ia tinggal di San Jose, California, Amerika Serikat, para kolega mengajaknya ke sebuah kedai kopi. "Saya sempat mencicipi kopi yang rasanya enak banget dan ternyata biji kopinya dari Indonesia," kata Evani Jesslyn dalam acara #ngopidikantor pada pembukaan pameran mural dan seni instalasi "Para Perempuan Kartini" di Gedung Tempo, Jakarta.

Sesapan pertama itu mengubah jalan hidup lulusan University of California, Berkeley, ini. Evani Jesslyn kadung jatuh cinta pada kopi Nusantara dan bertekad mempelajarinya langsung di Indonesia. Ia pun rela keluar dari perusahaan audit di Amerika yang menggajinya US$ 50-100 ribu per tahun.

Banting setir menjadi barista, Evani Jesslyn tak mau setengah hati menekuninya. Ia mengambil kelas sertifikasi barista dan Q Grader penilai kopi. Per Februari lalu, ia telah memiliki brevet dari Specialty Coffee Association of America dan Speciality Coffee Association of Europe.

Bahkan, pada 2016, ia menjadi satu-satunya wakil Asia dalam pertunjukan bakat internasional Barista & Farmer yang diselenggarakan di Brasil. Evani Jesslyn menyisihkan sekitar 300 pesaing dari pelbagai negara.

Kini Evani Jesslyn sibuk membesarkan Strada Coffee, kedai kopi yang dirintisnya sejak 2012 di Semarang. Cabang kedua akan dibuka di Sunter, Jakarta Utara, Mei nanti. Ia juga berbagi pengetahuannya tentang kopi secara rutin di Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama Karangturi, Semarang. "Saya mengajar karena tak terima dengan anggapan kebanyakan warga Semarang yang menyebutkan kopi impor lebih enak," tuturnya.

Setelah menjalani beberapa sesi kelas, Evani Jesslyn menemukan fakta menggembirakan bahwa lebih banyak murid perempuan tertarik pada kopi. "Karena perempuan memang pencicip rasa yang baik," ujar dia.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com



Berikan Komentar