Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Empat Produk Mi Diduga Mengandung Lemak Babi Masih Beredar di Kota Sukabumi

Senin, 19 Juni 2017 - 17:48:43 WIB


Empat Produk Mi Diduga Mengandung Lemak Babi Masih Beredar di Kota Sukabumi
© Amoy
Seorang konsumen sedang memilih barang di salah satu supermarket.

SUKABUMUMIUPDATE.com - Empat produk mi asal Korea yang diduga mengandung lemak babi, masih beredar di pasar Kota Sukabumi. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah memerintahkan agar empat produk ditarik dari peredaran karena dianggap membohongi masyarakat.

Keempat mi itu adalah mi instan U-Dong (Samyang), Shin Ramyun Black (Nongshim), Mi Rasa Kimchi (Samyang), dan Yeul Ramen (Ottogi).

BACA JUGA: Per Hari, Konsumsi Daging Babi Non-Muslim di Kota Sukabumi 250 Kg

Salah seorang staf pasar swalayan yang tak mau identitasnya ditulis mengakui belum menarik produk yang dimaksud karena belum ada instruksi dari manajemen kantor pusat mereka.

“Kendati demikian, kami sudah dua hari ini menarik produk yang diduga mengandung lemak babi itu. Di toko kami ini hanya ada tiga merk dari empat merk yang di rilis BPOM,” sebut dia kepada sukabumiupdate.com, Senin (19/6).

"Customer kita bukan hanya orang Indonesia, kalau ada yang nanya pun kita menyarankan untuk tidak membeli," paparnya.

BACA JUGA: Tekan Peredaran Daging Oplosan, Polsek Parungkuda Kabupaten Sukabumi Sidak Pasar

Salah seorang penikmat mi ramen, Devia Herianto (16) menyarankan konsumen teliti sebelum membeli.

"Mungkin supermarket menyediakan produk itu, bukan hanya untuk pangsa pasar dalam negeri, atau bisa saja mereka menyediakan untuk non muslim. Namun agar tidak jadi polemik, memang harus jeli dalam membeli setiap produk,” ujarnya. 

Reporter: AMOY/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar