Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Duh, Hampir Setengah Pelanggan PDAM TJM Cabang Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Nunggak

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 21:20:53 WIB


Duh, Hampir Setengah Pelanggan PDAM TJM Cabang Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Nunggak
© Nandi
Kantor PDAM Tirta Jaya Mandiri (TJM) Cabang Palabuhanratu.

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 5.881 jumlah pelanggan PDAM Tirta Jaya Mandiri (TJM) Cabang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hampir setengah dari jumlah tersebut menunggak tagihan air bersih.

Kepala Urusan (Kaur) Administrasi dan Keuangan, Maksum Firmansyah mengungkapkan dari jumlah 5.881 lembar tagihan pada Juni, yang ditagihkan di Juli, hanya sebanyak 3.347 lembar saja yang membayar, dan sisa saldo 2.534 lembar lagi di pelanggan.

BACA JUGA: Tutupi Tunggakan Pelanggan Rp40 Juta, PDAM Cabang Parungkuda Kabupaten Sukabumi Gunakan Dana Talangan

"Hanya 55,8 persen yang tertagih untuk Juni 2017, yang ditagihkan pada bulan sekarang. Sisanya 44,2 persen pelanggan masih nunggak. Alhamdulillah, ada kenaikan dibanding Juni lalu," ungkap Maksum, kepada sukabumiupdate.com, sewaktu ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Maksum menjelaskan, kalau tiap bulannya pelanggan yang menunggak tagihan air bersih terus bertambah. Namun pihaknya, mulai dari 1 Juli 2017 menerapkan sistem jemput bola.

"Alhamdulillah, untuk bulan sekarang ada kenaikan target. Ya, itu juga istilahnya jemput bola. Artinya kita langsung menagih langsung ke pelanggan, tidak tahu tapi, kalau dibiarkan," jelasnya.

Mungkin, Maksum memperkirakan, faktor ekonomi menjadi salah satu alasannya, kenapa para pelanggan selalu telat membayar tagihan air. Kalau pun nanti lanjut Maksum, di lapangam ada yang minta ditutup atau dicabut, akan pihaknya lakukan.

BACA JUGA: PDAM TJM Kabupaten Sukabumi Targetkan 5000 Pelanggan Baru

“Kita dari PDAM, ada toleransinya, Kebijakannya ada yang satu tahun, dua tahun, sepuluh bulan, kita masih layani. Dimana yang seharusnya tiga bulan menunggak, ada pencabutan pelanggan. Kalau pun tidak ada permintaan seperti itu, kita terpaksa harus mencabut dengan kebijakan yang sudah disepakati. Kalau sudah mentok, kita akan laksanakan pencabutan," tandas Maksum panjang lebar.

Dirinya berharap, kedepannya target tagihan rekening air bersih bisa mencapai 80 persen, sesuai yang ditetapkan pihak perusahaan.

"Ya, harusnya 100 persen. Makanya kita mulai bulan sekarang, ada gerakan seperti itu. Saya berharap, pelanggan air bersih mengerti akan tanggungjawabnya ini, demi menunjang, memperlancar operasional di lapangan," pungkasnya penuh harap.

Reporter: NANDI/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar