Rabu, 28 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Adjo Tandatangani Kesepakatan Pembentukan DOB Sukabumi Utara
Berikut Prediksi Harga Rokok Jika Jadi Naik


Dua Kerangka Manusia Purba Ditemukan di Gua Pawon

Kamis, 23 Maret 2017 - 07:28:52 WIB


Dua Kerangka Manusia Purba Ditemukan di Gua Pawon
© daribandung.com
Ilustrasi Warga pesisir Pantai Pengambengan mengumpulkan serpihan tengkorak diduga mayat tentara Jepang yang berserakan di pinggir pantai.

SUKABUMIUPDATE.com - Tim peneliti dari Balai Arkeologi Bandung kembali menemukan dua kerangka yang diduga sebagai manusia prasejarah di Gua Pawon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tim menemukannya di dua lokasi berbeda pada Senin dan Selasa, 20-21 Maret 2017.

“Ini temuan rangka ke-6 dan ke-7 di Gua Pawon,” kata peneliti utama Balai Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri, Rabu, 22 Maret 2017.

Menurut dia, rangka manusia itu dalam kondisi rapuh. Bagian yang masih bisa dikenali adalah tengkorak, tulang lengan, dan tungkai kaki. “Umurnya belum dipastikan. Diperkirakan lebih tua dari 9.500 tahun,” ujarnya.

Sejak terungkap pada 2000 oleh Kelompok Riset Cekungan Bandung, Balai Arkeologi Bandung menemukan tiga rangka individu manusia prasejarah di Gua Pawon yang berusia 5.600 tahun. Temuan ke-4 berusia 7.300 tahun lalu, dan rangka ke-5 berumur 9.500 tahun. “Dari kelima rangka itu, empat teridentifikasi sebagai ras mongoloid,” kata Lutfi.

Rangka terbaru itu ditemukan di kedalaman 2,30 meter dan 2,45 meter. Posisi keduanya, kata Lutfi, tubuhnya tertekuk dengan kedua tangan di depan dada. “Dari ketebalan tulang tengkoraknya, diduga itu rangka orang dewasa,” ujarnya.

Posisi tersebut berbeda dengan temuan rangka ke-3 dan ke-4 sebelumnya. “Sama terlipat tubuhnya dalam keadaan miring, tapi lengan di sisi badan,” kata Lutfi. Balai Arkeologi Bandung akan memeriksa umur temuan terbaru itu.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar