Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah


Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS

Kamis, 02 Maret 2017 - 09:04:17 WIB


Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
© nokia.com
Nokia 3310.

SUKABUMIUPDATE.com - Salah satu dari empat ponsel yang diluncurkan Nokia dan HMD Global di MWC 2017 adalah Nokia 3310. Perangkat ini merupakan pembaruan dari Nokia 3310 klasik yang telah digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Namun, ada permasalahan bagi penggemar Nokia 3310 di Amerika Serikat, yaitu ponsel tersebut tidak bisa berfungsi di negara itu. Hal itu karena perangkat tersebut menggunakan teknologi yang tidak didukung operator AS, khususnya frekuensi 900 MHz. Untuk berjalan dengan operator seperti AT & T, ponsel 2G itu harus menggunakan frekuensi 850 atau 1.900.

HMD punya alasan lain. "Bukan karena itu kami tidak meluncurkannya di AS," kata Patrick Mercanton, kepala pemasaran global HMD Global, yang membuat ponsel Nokia, sebagaimana dikutip CNET Rabu 1 Maret 2017. "AS membutuhkan sedikit lebih lama untuk meningkatkan perangkat."

HMD mengatakan sudah melakukan pembicaraan dengan operator AS di acara Mobile World Congress, tentang penjualan ponsel Nokia, seperti 3310. Meskipun semakin banyak merek menjual handset mereka melalui Amazon, Best Buy dan situs web mereka sendiri, sebagian besar ponsel yang dijual di AS masih melalui toko operator.

Untuk menjual melalui operator, ponsel Nokia harus memiliki teknologi yang kompatibel dan lulus sertifikasi operator. "Kami mungkin akan berakhir dengan AS di beberapa titik," tambah Mercanton. "Ini jelas di radar kami. Kami ingin pergi ke Amerika Serikat karena kami ingin melakukan peluncuran global."

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar