Sabtu, 21 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Edukasi

Mahasiswa Nusa Putra Presentator Seminar "Alternative Energy for ASEAN in the Future" di Singapura
SMK Bisa, SMK Pasim Luar Biasa
Nusa Putra Duta Kerjasama PT Indonesia dan Kazakhstan
Kuliah Dua Tahun di Sukabumi dan Dua Tahun di Korea
Pelajar Asal Jepang Berbagi Ilmu di SD Negeri Manggis, Kabupaten Sukabumi
SMK di Sukabumi Rancang Robot Terbang dan Pengintai
Lagi, Pelajar Sukabumi Dapatkan Beasiswa SCG
Ratusan Alumni STH Pasundan Sukabumi Kumpul Bareng
Mahasiswa Mahasiswi DKV STT Nusa Putra Borong Gelar Juara pada HUT ke-103 Kota Sukabumi
Harus Menginap untuk Ikuti UN, Dua Siswi SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi


Doa Bangsa: SMA Baru dengan Sistem Unik dan Beragam Prestasi Membanggakan

Selasa, 07 Maret 2017 - 16:31:16 WIB


Doa Bangsa: SMA Baru dengan Sistem Unik dan Beragam Prestasi Membanggakan
© Dok. SMA Doa Bangsa
Pelajar SMA Doa Bangsa dan beragam penghargaan.

SUKABUMIUPDATE.com - Sekolah Menengah Atas (SMA) Doa Bangsa merupakan sekolah yang terbilang baru dalam menapaki dunia pendidikan. yakni mulai tahun ajaran 2016/2017 ini. Namun, meskipun terbilang baru, SMA Doa Bangsa telah memberikan warna dan gebrakan baru di dunia pendidikan yang perlu diperhitungkan.

Berawal dari harapan pendiri sekaligus Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa (YPPDB), H. Ayep Zaki untuk membangun lembaga pendidikan yang memenuhi visi dan misi serta tujuan Pendidikan Nasional, maka sejak 2016, ia mendirikan SMA Doa Bangsa di atas tanah seluas satu hektare, beralamatkan di Jalan Karang Tengah KM 14, Sesa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Dari harapan serta berkat kerja kerasnya, SMA Doa Bangsa kini hadir di tengah-tengah masyarakat melalui sistem pendidikan yang unik dan berkualitas. “SMA Doa Bangsa memiliki beberapa keunggulan dalam sistem pendidikan yang menjadi kekhasan sekolah ini. Sistem unggulan ini dimulai dari anak masuk sekolah sampai pulang sekolah,” ujar Teguh Eka Prahara, Kepala Sekolah SMA Doa Bangsa kepada sukabumiupdate.com, Selasa (7/3).

“Siswa SMA Doa Bangsa diharuskan hadir pukul 06.30 setiap harinya, selanjutnya melakukan apel pagi. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter disiplin pada siswa dan kesiapannya dalam mengarungi hari,” lanjut Teguh.

Selain itu, yang tak kalah unik, setiap proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMA Doa Bangsa selalu didampingi oleh co-teacher atau guru pendamping yang bertugas melakukan pengamatan terhadap siswa secara autentik pada sisi afektif dan psikomotornya.

“Kami sadar, bahwa setiap guru sering kewalahan melakukan pengamatan secara autentik terhadap siswa terutama dalam melakukan penilaian afektif dan psikomotor. Maka dari itu, kami sediakan co-teacher untuk membantu guru dalam melakukan pengamatan terhadap siswa. Co-teacher ini hanya bersifat membantu pengamatan, akan tetapi penilaian akhir tetap ada di tangan guru masing-masing,” jelas Teguh.

Walaupun SMA Doa Bangsa merupakan sekolah yang terbilang baru, akan tetapi sistem dan program-program yang disediakan memiliki bobot yang luar biasa dalam menghasilkan siswa-siswi berkualitas.

SMA Doa Bangsa memiliki banyak sekali program unik, di antaranya adalah Pendidikan Karakter dan Keterampilan Hidup (PKKH) sebagai ajang pembentukan karakter dan keterampilan hidup siswa dalam bentuk seminar atau workshop setiap minggunya.

Selain itu, ditambahkan Teguh, Doa Bangsa Controlling System sebagai sistem pengontrol tugas dan waktu belajar siswa, Program khusus (Prosus) untuk siswa dan siswi yang memiliki kegemaran dalam bidang sains, ekstrakurikuler terstruktur sebagai wadah pengembangan keterampilan siswa, "SMA Doa Bangsa juga memiliki program latihan dasar kemadyaan sebagai bentuk pelatihan disiplin dan karakter siswa, dan program lainnya yang tidak kalah uniknya," imbuhnya

Sehingga tak heran, walaupun baru sembilan bulan berdiri, SMA ini sudah memiliki prestasi yang membanggakan. “Alhamdulillah, sampai saat ini, SMA Doa Bangsa telah memenangkan kurang lebih enam kejuaran, baik se-Jabodetabek, Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta Kabupaten Cianjur. Mudah-mudahan ini menjadi batu loncatan bagi SMA Doa Bangsa agar dapat menghasilkan prestasi lebih baik di masa datang,” ujar Teguh lebih jauh.

Masih menurut Teguh, SMA Doa Bangsa merupakan sekolah yang menghargai perbedaan kemampuan dan kercerdasan siswa. “Walaupun kami sadar dalam penerapannya masih banyak kekurangan, tapi kami berkomitmen selalu menghargai multiple intelligences yang ada pada setiap siswa, bahwa segala apapun potensi siswa, selama itu positif, itu harus dikembangkan,” pungkas Teguh. adv

Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar