Minggu, 22 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Kiamat 23 September Diklaim Numerologis Berdasarkan Alkitab
Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Misteri Perjalanan Manusia Purba dari Afrika ke Eropa Terungkap
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Kutu Laut Ternyata Makhluk Pemakan Bangkai
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi


Ditemukan, Karya Seni Indonesia Zaman Es Berusia 22 Ribu Tahun

Rabu, 05 April 2017 - 18:48:07 WIB


Ditemukan, Karya Seni Indonesia Zaman Es Berusia 22 Ribu Tahun
© phys.org
Perhiasan zaman es ditemukan di gua Sulawesi.

SUKABUMIUPDATE.com - Karya seni dan perhiasan yang berasal dari zaman es terakhir telah digali di sebuah gua di Indonesia. Penemuan itu menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di sana pada waktu itu memiliki budaya lebih maju daripada perkiraan para ahli sebelumnya.

Artefak itu, termasuk liontin dan manik-manik terbuat dari tulang "babi-rusa" dan marsupial  berusia setidaknya 22.000 tahun, ujar para peneliti dalam sebuah studi baru, sebagaimana dikutip Livescience, Senin 3 April 2017. Temuan itu didapatkan dari Leang Bulu Bettue, sebuah tempat tinggal gua dan batu di di Sulawesi, pulau terbesar di Wallacea.

Para arkeolog menemukan artefak di Wallacea, zona pulau-pulau Indonesia selebar 1.000-mil (1.600 kilometer) yang memisahkan Asia Tenggara dari Australia, dan barang-barang itu mengungkap kolonisasi di area ini dan Australia. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa manusia modern mencapai Wallacea sekitar 47.000 tahun yang lalu.

Meskipun banyak dari sekitar 2.000 lebih pulau yang membentuk kepulauan ini telah dihuni selama zaman Pleistocene - sering disebut zaman es - catatan arkeologi manusia dari wilayah ini selama waktu itu hanya terdiri dari beberapa situs di tujuh pulau, kata pemimpin penulis studi Adam Brumm, seorang arkeolog di Griffith University, Australia.

"Wallacea adalah tempat yang menghasilkan fosil hobbit pada tahun 2003 dan beberapa seni batu tertua di dunia pada 2014," kata Brumm. "Hal ini jelas penting untuk pemahaman kita tentang evolusi manusia, dan budaya dan pengalaman dari orang pertama yang mendiami Australia lebih dari 50.000 tahun yang lalu. Namun dari perspektif arkeologi, kita hanya memiliki pemahaman yang paling dasar. “

"Kami menemukan bukti yang berlimpah untuk berbagai perilaku simbolis, yang menunjukkan budaya seni yang berkembang di Sulawesi selama ujung akhir zaman es terakhir," kata Brumm kepada Live Science.

Temuan itu digali selama penggalian arkeologi antara 2013 dan 2015, burusia sekitar 22.000 sampai 30.000 tahun. Temuan itu termasuk manik-manik berbentuk piringan yang terbuat dari gigi hewan babi hutan yang dikenal sebagai babirusa, dan liontin terbuat dari tulang jari  marsupial yang dikenal sebagai kuskus. “Makhluk ini adalah binatang eksotis yang hanya ditemukan di pulau itu," kata Brumm.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar