Rabu, 24 Mei 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Adjo Tandatangani Kesepakatan Pembentukan DOB Sukabumi Utara
Berikut Prediksi Harga Rokok Jika Jadi Naik
Ini Lho Daftar Kepala Daerah Inovatif 2016, Sukabumi Masuk Gak Ya?
Gatot Brajamusti, Akui Gelar Ritual Seks di Padepokan Cikiray Sukabumi


Ditagih Potong Kuping, Ruhut Sitompul: Saya Tertawa, Termehek

Jumat, 21 April 2017 - 13:55:45 WIB


Ditagih Potong Kuping, Ruhut Sitompul: Saya Tertawa, Termehek
© Tempo.co
Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul hadir di tengah warga Cipete, Jakarta Selatan, untuk menyampaikan permohonan maaf karena Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok batal hadir. Jumat, 25 November 2016.

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara tim Ahok-Djarot Ruhut Sitompul buka suara menanggapi netizen yang menagih janjinya untuk memotong kuping pasca-kekalahan pasangan nomor dua di Pilkada DKI. Ruhut berkilah, tak ada janji yang harus ia tepati terkait hal itu.

“Kalau hari itu aku ngajak bertaruh berani nggak potong kuping, tapi kan gak ada yang berani, nggak ada yang nanggepin,” ujar dia, saat dihubungi Tempo, Jumat, 21 April 2017.

Ruhut menuturkan dia melontarkan kalimat potong kuping untuk mengajak bertaruh pendukung tim lawan, namun tak ada satu pun yang menyambut tantangannya itu. “Jadi kalau sekarang ditagih saya tertawa aja, termehek-mehek.”

Sehingga menurut dia janji potong kuping itu tidak berlaku. Ruhut pun berkomentar bahwa kemenangan yang diraih pasangan Anies Baswedan Sandiaga Uno disebabkan oleh teror agama. “Kalau nggak ada teror agama mana mungkin pasangan itu menang, kawan-kawan Tionghoa jadi takut dan memilih golput, nggak berani milih,” katanya.

Ruhut menambahkan baginya Ahok dan Djarot tetap menang dalam pertarungan yang sesungguhnya. “Tidak kalah mereka, ini seperti daripada rusuh-rusuh kasih aja ke mereka, mampu nggak mereka mimpin kayak Ahok,” ucapnya. Dia mengatakan saat ini yang perlu ditagih justru janji Anies-Sandi terkait dengan program-program yang digulirkan saat kampanye, seperti uang muka (DP) rumah nol persen, tolak reklamasi, penutupan Alexis, hingga dana Rp 3 miliar untuk setiap rukun warga (RW).

“Kita tagih semua janjinya, itu kan bohong semua, apa bisa dilakukan,” katanya. Ruhut menilai langkah Anies-Sandi dalam mewujudkan program-programnya juga tak akan mudah, terlebih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta masih didominasi oleh partai koalisi pendukung Ahok-Djarot. “Kalau mau anggaran kan harus disetujui DPRD, pendukung dia kan cuma dua,” ujarnya.

Meskipun demikian, Ruhut berujar dia telah mengucapkan selamat kepada Anies-Sandi, melalui akun Twitter miliknya, pada 19 April lalu, sesaat setelah hasil hitung cepat dipublikasikan. “Malam itu juga udah ngucapin, aku tertawa aja dan kita lihat ini, kita mesti bilang selamat udah menang, tapi laksanakan tugasmu,” katanya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar