Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Diminati Warga Asing, Kerajinan Berbahan Limbah di Kecamatan Cikole

Senin, 19 Desember 2016 - 05:59:37 WIB


Diminati Warga Asing, Kerajinan Berbahan Limbah di Kecamatan Cikole
© Garis Nurbogarullah
Mobil-mobilan dari limbah kayu hasil kerajinan tangan Uloh yang dipamerkan di acara soft launching Taman Cikondang, Kota Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.COM - Kerajinan tangan berbahan limbah pabrik kayu yang dibuat Uloh (32) di Kampung Ciaul Pasir, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, dimintai warga asing, seperti Belanda, Malaysia, Singapura dan Arab Saudi. Sayang, untuk pengembangan usahanya Uloh tersandung masalah permodalan.

Kerajinan yang terbuat dari bahan limbah ini, disulapnya menjadi mainan anak-anak berupa mobil-mobilan dengan ragam ukuran dan jenis. Menurut Uloh, usaha yang ditekuninya ini berawal dari keprihatinannya terhadap limbah pabrik kayu yang dibuang.

Padahal, potongan kayu bekas masih bisa digunakan. “Melihat banyak kayu yang dibuang justru saya tertarik dan berpikir bagaimana ini bisa digunakan lagi,“ tuturnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (18/12).

Dikatakan Uloh, sudah beberapa kali dia mengikuti pameran di sejumlah tempat banyak warga asing yang memesan kerajinannya. “Kerajinan saya untuk cindera mata ke negaranya masing-masing,” ujarnya.

Sementara ini, hasil karya Uloh masih dijual di pinggiran jalan Bunut, Ciaul, Degung, dan kawasan Santa. Namun kerajinan dia juga banyak dipesan warga Jakarta untuk dijual lagi. Setiap pekannya mencapai 50 buah pemesanan.

“Permintaan sih mulai banyak, bukan ke Jakarta saja. Tapi saya kurang modal. Sudah sering saya minta bantuan modal ke pemerintah dengan berbagai cara, katanya lagi diusahain, modal untuk beli mesin cat semprot saja, harus gadai motor dulu,“ keluhnya.

Reporter: GARIS NURBOGARULLAH
Redaktur: ZOEL S
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar