Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang


Diduga Mata-mata, Warga Amerika Dihukum 10 Tahun Penjara di Iran

Senin, 17 Juli 2017 - 09:42:35 WIB


Diduga Mata-mata, Warga Amerika Dihukum 10 Tahun Penjara di Iran
© tehrantimes.com
Juru bicara pengadilan Gholamhosein Mohseni Ejei mengumumkan pada hari Minggu bahwa seorang warga negara Amerika telah dipenjara oleh Yudikatif sampai 10 tahun penjara karena "menginfiltrasi" negara tersebut dan mengumpulkan intelijen.

SUKABUMIUPDATE.com - Pengadilan Iran menghukum seorang peneliti sejarah dengan dua kewarganegaraan Cina- Amerika Serikat selama 10 tahun penjara atas tuduhan mata-mata.

Mengutip laman Iran, mizan.online, USA Today Senin (17/7) melaporkan Xiyue Wang, 37 tahun dituduh memberikan informasi rahasia kepada Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Pusat Iran dan Studi Teluk Persia Universitas Princeton tempat ia belajar sebagai sejarawan, serta Harvards Kennedy School of Government.

“Dia (Xiyue Wang) mengumpulkan data intelijen untuk pemerintah AS dan telah dihukum 10 tahun penjara, tapi terpidana masih dapat melakukan banding,” kata Gholamhosein Mohseni Ejehi, juru bicara badan kehakiman Iran, dalam pidato di televisi nasional, Ahad lalu.

Universitas Princeton membenarkan vonis tersebut. Menurut juru bicara universitas, Daniel Day, Wang adalah mahasiswa doktoral tahun keempat yang sedang meneliti sejarah Dinasti Qajar di abad 19 dan awal abad 20 untuk disertasinya.

Day menegaskan sejak Wang ditangkap otoritas Iran setahun lalu, pihak universitas telah bekerja sama dengan keluarga Wang, pemerintah Amerika Serikat serta pihak-pihak lain untuk membebaskannya.

“Kami sangat kecewa atas dakwaan dan vonis yang dijatuhkan kepada Wang,” ujar Day. Kami berharap Wang akan segera dibebaskan setelah pengadilan banding mendengarkan kasusnya.”

Selain Wang, sejumlah warga Amerika lain kini juga dalam tahanan otoritas Iran seperti manajer galeri seni Karan Vafadari dan istrinya Afarin Niasari; pengusaha Iran-Amerika Siamak Namazi dan ayahnya Baquer Namazi, yang menjalani hukuman 10 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan mata-mata pada November lalu.

“Rezim Iran terus menahan warga Amerika Serikat dan warga asing lain dengan alasan keamanan nasional,” demikian pernyataan Kemenlu AS kepada Associated Press. “Kami menyerukan pembebasan warga Amerika yang ditahan secara sewenang-wenang di Iran agar mereka dapat kembali kepada keluarganya.”

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar