Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Kabupaten Ini Hanya Punya Satu Unit Mobil Pemadam Kebakaran


Di Depan Mahasiswa, Pimpinan KPK: Titip Absen Perilaku Koruptif

Senin, 13 November 2017 - 10:57:31 WIB


Di Depan Mahasiswa, Pimpinan KPK: Titip Absen Perilaku Koruptif
© Elshinta.com
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang.

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menyampaikan kepada mahasiswa dan pelajar untuk menghindari perilaku koruptif. Hal paling sederhana untuk menghindari korupsi adalah berhenti untuk korupsi. “Untuk mahasiswa yakni dengan berhenti menitip absen,” kata Saut saat menyampaikan sambutan pada Festival Konstintusi dan Anti Korupsi di Universitas Indonesia, Depok, Senin, 13 November 2017.

Menurut Saut, perilaku lain di tingkat mahasiswa yakni saat melakukan kerja kelompok. Ada yang sudah berdiskusi untuk menyelesaikan, tapi ada juga yang cuma nitip nama. “Lima orang yang berdiskusi dan satu orang hanya membawa gorengan, yang lain pun makan gorengan dan memasukan namanya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Saut juga menyampaikan bahwa tugas KPK bukan hanya menangkap para koruptor. Tugas lain KPK, kata dia, di antaranya adalah koordinasi, supervisi, mentoring. "Jadi, kalau mahasiswa yang titip absen akan dimonitoring oleh Saut Situmorang sebagai pimpinan KPK," ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa perilaku antikorupsi harus sudah dilakukan dari sejak dini. Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Topo Santoso sebentar lagi akan pensiun. "Masa depan antikorupsi ada di tangan mahasiswa yang ke depannya ada jadi Ketua KPK dan Ketua MK," katanya.

Menurut Saut Situmorang, korupsi tidak pernah habis walaupun sudah banyak koruptor yang ditangkap. Sebab, korupsi itu kejahatan luar biasa tapi penangananya masih pidana biasa. "Jadi, untuk menyelesaikan korupsi harus dengan langkah hukum luar biasa. Untuk menghentikan korupsi tidak ada cara lain selain tidak korupsi dari hal paling kecil," ucapnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar