Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi


Dewan Minta Manajemen Kolam Renang Cimalati Kabupaten Sukabumi Penuhi SOP

Kamis, 23 Maret 2017 - 16:18:25 WIB


Dewan Minta Manajemen Kolam Renang Cimalati Kabupaten Sukabumi Penuhi SOP
© Herry Febrianto
Ilustrasi Perusahaan Daerah Pesona Pariwisata (PDPP) Kolam Renang Cimelati.

SUKABUMIUPDATE.com - Kejadian tewasnya Mohamad Faris Hamzah (17 tahun) Pelajar Kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Parungkuda, Kabupaten Sukabumi yang tenggelam saat berenang di Kolam Renang Cimalati, Desa/Kampung Cibeubeur, Kecamatan Cicurug, Senin (20/3) lalu, menuai keprihatinan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Leni Liawati.

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, meki kematian adalah rahasia Ilahi dan cara bagaimana manusia dipanggil Tuhan-nya adalah takdir yang tidak dapat dihindari. Kecelakaan di kolam renang mulai dari terpeleset, kram hingga yang fatal seperti tenggelam hingga menyebabkan kematian bukan kali pertama. Penyebabnya bermacam- macam, mulai dari fasilitas kolam renang yang belum memenuhi standar atau kurangnya perhatian pengguna kolam renang.

Menurut Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2015 tentang Standar Usaha Gelanggang Renang, menetapkan batasan tentang persyaratan minimal dalam penyelenggaraan usaha. Bahkan perusahaan wajib memiliki sertifikasi usaha dan pemenuhan standar usaha ini meliputi aspek produk, pelayanan serta pengelolaan.

“Dari aspek produk, sarana dan prasarana keselamatan dan keamanan pengunjung harus menjadi prioritas. Para pengunjung wisata kolam renang membayar retribusi untuk masuk ke lokasi wisata,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (23/3).

Disisi lain, jelasnya, infrastruktur dari tempat wisata tersebut harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga dapat meminimalisir kecelakaan. Kolam renang juga harus dilengkapi dengan tanda ukuran batas kedalaman.

BACA JUGA:

PDPP Kabupaten Sukabumi Beri Santunan Korban Tenggelam Kolam Renang Cimalati

Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi

Ini Penilaian Sementara Unit Reskrim Polsek Cicurug, Tentang Taman Cimalati Kabupaten Sukabumi

“Sisi aspek pelayanan usaha kolam renang, harus memiliki petugas SAR (Search & Rescue) atau tim penyelamat. Begitu juga pengelolaan sistem managerialnya harus tertata dengan baik,” katanya.

Pemerintah Daerah dalam hal ini, harus melaksanakan pembinaan dan pengawasan dalam rangka penerapan standar sesuai kewenangannya. Apalagi kolam renang Cimalati merupakan Perusahaan Daerah Pesona Pariwisata (PDPP). Tentunya pengelolaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), menjadi hal yang wajib dilakukan.

“Bagi pengguna kolam renang juga harus waspada dan memperhatikan tata tertib di kolam renang demi keselamatan,” katanya.

Menurutnya, iklim kondusifitas Wilayah Kabupaten Sukabumi menjadi tujuan alternatif wisatawan. Terutama wisata air banyak diminati pengunjung baik dalam dan luar negeri. Tentunya hal ini menjadi tantangan bagi Dinas Kepariwisataan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sukabumi untuk melakukan penataan dan pengembangan agar menjadi objek wisata yang nyaman dan aman bagi keselamatan pengunjung.

“Kasus kecelakaan laut sering terjadi di saat libur panjang bahkan tertinggi untuk wisata air. Seyogyanya pengamanan di bibir pantai harus lebih diperketat dengan berbagai penunjang yang sesuai dengan standar keamanan bagi pengunjung wisata,” tandas Leni.

Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar