Jumat, 18 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Kondom Perempuan, Kisah dan Cara Menggunakannya
Tiga Fashion Item Wajib Dimiliki Wanita Karir
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care


Deodoran Picu Kanker Payudara? Simak Kata Ilmuwan

Senin, 07 Agustus 2017 - 09:26:33 WIB


Deodoran Picu Kanker Payudara? Simak Kata Ilmuwan
© Science ABC
Ilustrasi seorang sedang memakai Deodoran.

SUKABUMIUPDATE.com - Informasi yang mengaitkan deodoran dengan kanker payudara kian ramai diperbincangkan. Sebenarnya tak sedikit pula orang yang sudah berhenti menggunakan deodoran sebelum isu tersebut beredar. Contoh aktris Cameron Diaz yang sudah bertahun-tahun tak memakai deodoran.

Sebelum memutuskan tak mau lagi memakai deodoran, ada baiknya kita pahami dulu cerita di balik isu tersebut. Seperti dilansir askdrmanny.com, banyak orang yang enggan menggunakan deodoran karena kandungan paraben.

Belum lama ini hasil penelitian yang dimuat di Journal of Applied Toxicologymenyuguhkan informasi mengejutkan. Para peneliti mengambil sampel jaringan payudara dari 40 penderita kanker. Setelah menganalisa jaringan, para peneliti menemukan kandungan paraben di 99 persen sampel jaringan.

Ada juga lebih dari lima jenis paraben di 60 persen sampel jaringan. Beberapa penderita mengaku kanker payudara mereka bermula dari area ketiak, dan sebagian lagi bukan dari area itu. Dari situ, para ilmuwan masih merasa belum pasti dengan kaitan antara paraben dan kanker payudara.

Apa itu paraben? Paraben adalah zat sintetis dan digunakan di banyak produk perawatan tubuh dan bahkan makanan. Banyak produsen yang memilih paraben karena bisa digunakan sebagai pengawet dengan biaya murah.

Paraben menyerap di kulit sehinga bisa dengan mudah masuk ke aliran arah. Menurut American Cancer Society, paraben ditemukan pada 99 persen orang di Amerika Serikat. Sedangkan menurut jurnal American Scientist, hampir 90 produk makanan mengandung paraben sehingga zat ini sulit dihindari. Yang menjadi keprihatinan besar karena zat ini bisa mengurangi kualitas estrogen. Kadar estrogen yang tak seimbang dalam tubuh bisa menyebabkan kanker.

Lewat sebuah penelitian di laboratorium, para ilmuwan mendapati fakta bahwa kanker memang tumbuh karena kombinasi efek paraben dan zat kimia lain. Meski sudah mendapatkan beberapa bukti kaitan paraben dengan kanker, tapi belum ditemukan hubungan antara paraben dengan karsinogen.

Selain itu, banyak pakar menilai kandungan paraben pada produk-produk kosmetik dan makanan terlalu kecil untuk menyebabkan kanker. Hasil penelitian juga dinilai belum bisa membuktikan hubungan antara deodoran yang mengandung paraben dengan kanker payudara.

Bagaimana solusinya? Tak perlu panik. Bila kita memiliki deodoran yang mengandung paraben, jangan langsung dibuang. Banyak orang yang mengunakan deodoran yang mengandung paraben selama puluhan tahun tanpa mengetahui dampak kesehatannya. Bila ingin membeli deodoran lagi di kemudian hari, kita bisa memilih yang berbahan alami dan tak ada kandungan paraben karena sudah banyak pula produk yang tak lagi menggunakan zat tersebut.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Keluarga Tips

Berikan Komentar