Jumat, 18 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Kecelakaan Maut Jalan Raya Cimande Menyisakan Luka Mendalam Bagi Keluarga Pengendara Mobil Brio
Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?


Densus 88 Tangkap Syahrul, Rencana Kontrak Rumah Dekat Mapolsek

Senin, 19 Juni 2017 - 18:58:28 WIB


Densus 88 Tangkap Syahrul, Rencana Kontrak Rumah Dekat Mapolsek
© Tempo.co
Densus 88 tangkap syahrul.

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang terduga teroris ditangkap aparat Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror hari ini, Senin (19/6) 

Terduga teroris yang dicokok Densus 88 Antiteror itu Syahrul Munif di dekat rumah yang ia kontrak di Jalan Wijaya 11-A, RT 07/RW 03, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rumah kontrakan ini berjarak hanya sekitar 10 meter dari Markas Komando Rayon Militer 0818/26 Singosari.

Informasi dari warga sekitar, Syahrul ditangkap aparat di ujung jalan, sekitar pukul 08.30 WIB. Syahrul langsung dibawa aparat. Sebagian petugas lalu memasang garis polisi dan menggeledah rumah Syahrul. 

Ketua Rukun Tetangga (RT) 07 Slamet Riyadi mengatakan, Syahrul bersama istri, tiga orang anak yang masih kecil, dan iparnya baru setahun tinggal di Jalan Wijaya. Awal pindah Syahrul melapor kepada dirinya dengan membawa surat keterangan pindah, kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk (KTP). Sehari-hari Syahrul dan istri berjualan aneka pakaian.

“Orangnya tertutup, jarang keluar rumah. Tidak pernah ikut kegiatan warga. Saya cuma satu kali masuk rumahnya untuk beli baju. Ya kalau bicara tetap ramah,” kata Slamet.

Seorang ibu warga setempat yang tak ingin disebut namanya mengatakan, pada dirinya Syahrul dan istri sangat ramah dan terbuka. Malah, Syahrul dan istri memberitahu dia waktu kehilangan seekor kucing. 

“Sama saya baik-baik saja, kok. Entah dengan yang lain,” kata si ibu yang bersuamikan pensiuan polisi ini, seraya menyebutkan usaha dagang baju keluarga Syahrul cukup laris dan tiap sore sering didatangi sejumlah pembeli.

Dari informasi yang diberikan aparat keamanan diketahui, Syahrul Munif seorang sarjana hukum kelahiran Kabupaten Jember, 9 Juli 1982. Alamat di KTP, Syahrul Munif berdomisili di Perumahan Bumi Mondoroko Raya AJ 69, RT 04/RW 13, Desa Watugede, Kecamatan Singosari. 

“Malah saya dengar dia juga mau pindah lagi ke rumah kontrakan dekat dengan Mapolsek (Markas Kepolisian Sektor) Singosari. Ya, enggak tahu apa alasannya, mungkin saja di sana lebih aman,” kata seorang aparat. 

Syahrul yang ditangkap Densus 88 Antiteror diduga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terhubung dengan Helmi Alamudi (Yayasan Mega Mendung, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang), Abdul Hakim (warga Embong Arab, Kota Malang), dan Ahmad Junaidi, penduduk Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Ketiganya ditangkap aparat Densus 88 di wilayah Kota Malang pada akhir Maret 2015 di waktu dan tempat berbeda. 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar