Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Kabupaten Ini Hanya Punya Satu Unit Mobil Pemadam Kebakaran


Dalami Kasus E-KTP, KPK Periksa Mantan Anggota DPR

Jumat, 19 Mei 2017 - 14:34:19 WIB


Dalami Kasus E-KTP, KPK Periksa Mantan Anggota DPR
© Tempo.co
Andi Narogong masuk ke mobil tahanan KPK.

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa mantan anggota DPR periode 2009-2014 Antarini Malik hari ini, Jumat, (19/5) terkait dengan kasus e-KTP atau kartu tanda penduduk elektronik. "Diperiksa untuk tersangka AA (Andi Agustinus alias Andi Narogong)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Selain Antarini, hari ini KPK juga memanggil tiga saksi dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Mereka adalah Kasie Pencatatan Perubahan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran Diana Anggraeni dan dua staf yaitu Kusmihardi dan Achmad Purwanto. Ketiganya juga diperiksa sebagai saksi untuk Andi Narogong.

Sebelumnya, KPK sudah memanggil puluhan saksi dari berbagai profesi dalam kasus e-KTP ini. Mereka di antaranya berasal dari kalangan pengusaha, anggota Dewan, dan pejabat kementerian.

Andi Narogong adalah tersangka ketiga dalam kasus e-KTP. Sebelumnya, KPK menetapkan mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto. Irman dan Sugiharto kini sedang menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Andi Narogong diduga bersama-sama Irman dan Sugiharto memperkaya diri sendiri, orang lain, dan koorporasi menggunakan proyek e-KTP. Korupsi ini diduga mengakibatkan negara menelan kerugian Rp 2,3 triliun.

KPK menduga kerugian negara dalam kasus e-KTP tak hanya dinikmati oleh tiga orang. Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, jaksa menyebut duit korupsi itu juga mengalir ke anggota Dewan, pejabat Kementerian Dalam Negeri, dan sejumlah pihak swasta.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar