close [x]
Selasa, 17 Januari 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini

Minggu, 21 Agustus 2016 - 07:49:05 WIB


Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
© Bagea Awi/Kontributor
Wahana Air Curug Sawer.

SUKABUMIUPDATE.COM - Jika bicara destinasi wisata alam, maka Kabupaten Sukabumi bisa jadi merupakan daerah paling kaya, dengan wisata alamnya yang paling beragam di Tatar Pasundan.

Namun, jika wisata alam yang digabungkan konsep wisata air yang modern, maka Wahana Air Curug Sawer layak Anda masukkan ke dalam buku catatan penting destinasi wisata yang harus dikunjungi di Kabupaten Sukabumi.

Menuju lokasi wisata yang berada pada salah satu cekungan punggung sebelah Utara Gunung Salak ini, Anda memiliki dua pilihan akses jalan. Pilihan pertama, jika Anda berasal dari wilayah Cidahu, Cicurug, Bogor, dan Jakarta, Anda bisa masuk dari pertigaan Caringin, Kecamatan Cicurug, kemudian menuju arah Cidahu sejauh kira-kira lima kilometer (km).

Sampai di pertigaan Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Anda ambil jalan ke kiri arah Parakan Salak. Dari sini Anda harus melanjutkan perjalanan sepanjang dua km, hingga sampai di sebuah pertigaan dekat Kantor Kepala Desa Lebak Sari.

Pilihan kedua, jika Anda berasal dari wilayah Cibadak atau Sukabumi, Anda bisa masuk dari pertigaan Angkrong atau Stasiun Kereta Api (KA) Parungkuda, kemudian menuju arah Parakan Salak sejauh kira-kira delapan km.

Setelah sampai di Parakan Salak, Anda akan melanjutkan perjalanan berputar menuju arah Cidahu sepanjang tiga km, hingga sampai di pertigaan dekat Kantor Kepala Desa Lebak Sari.

Kedua pilihan jalan masuk tersebut, relatif baik. Jalan beraspal hotmix, walaupun tidak sepenuhnya mulus. Tapi jangan khawatir, karena di sepanjang perjalanan banyak ditemui rumah-rumah penduduk jika selama perjalanan Anda ingin beristirahat untuk minum kopi.

Selanjutnya, perjalanan yang harus Anda tempuh dari pertigaan dekat Kantor Kepala Desa Lebak Sari, Kecamatan Parakan Salak, menuju Curug Sawer di Kampung Cikareo, sepanjang dua km. Akses jalan sebagian sudah rabat beton, dan sisanya berbatu, karena akses satu-satunya jalan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

Sehingga, bagi Anda yang bermaksud mengunjungi Curug Sawer, akan lebih nyaman jika menggunakan kendaraan roda dua, atau mobil jenis sport utility vehicle (SUV).

Selain wisata alam berupa curug, gunung, perkebunan teh, dan agro industri, tempat wisata ini juga menyediakan kolam renang lengkap dengan water boom dan ember tumpahnya itu, adalah suguhan bagi Anda selepas menempuh perjalanan.

Mata yang lelah tentu saja akan terobati dengan pemandangan alam yang memesona, dari mulai hamparan perkebunan teh, hingga agro industri, yang memang mengelilingi tempat ini.

Sedangkan tubuh yang lelah akan segera terbayarkan, manakala Anda sudah berasyik masyuk berendam di kolam renang dengan air yang langsung dari Curug Sawer. Dinginnya menggigit hingga ke dalam tulang.

Tidak hanya itu, Wahana Air Curug Sawer juga menyediakan kolam pemancingan eksekutif dan playing fox. Karena dikelola secara profesional, di tempat ini juga tersedia penginapan, kantin, mushola, dan toilet.

Pada hari biasa dan libur, tempat wisata yang mematok tarif masuk 15 ribu rupiah per orang untuk dewasa, dan 10 ribu rupiah untuk anak-anak ini, lebih banyak dikunjungi wisatawan umum. Sedangkan untuk hari Sabtu, banyak pelajar yang mengunjungi tempat ini.

Untuk mempermudah dan membuat nyaman perjalanan wisata Anda bersama keluarga di tempat ini, bisa menghubungi: Alamat email: sawer_curug@yahoo.co.id, FB: Curug Sawer, atau nomor HP: 0857 2327 9464.

So, bagi Anda yang tinggal di wilayah Utara Sukabumi dan luar daerah yang merasa jenuh dengan aktivitas keseharian selama seminggu bekerja, tempat ini recommended pisan.(adv>

Reporter: BAGEA AWI/Kontributor
Redaktur: RESITA NOVIANA
Penyunting: KHOLFI AULIADI
Berikan Komentar


Rekomendasi untuk Anda

Demo Kasus Ahok, Heri Gunawan: Tak Berdampak Ekonomi Asalkan Hukum Tegak
Promoted Content

Demo Kasus Ahok, Heri Gunawan: Tak Berdampak Ekonomi Asalkan Hukum Tegak