Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Bibir Pria Malang ini Digigit Kura-Kura Kesayangannya
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tak Ada Menu Daging di Resepsi, Mempelai Pria Batalkan Pernikahan


Calonkan Lesbian Jadi Perdana Menteri, Presiden Serbia Dikecam

Jumat, 16 Juni 2017 - 16:41:57 WIB


Calonkan Lesbian Jadi Perdana Menteri, Presiden Serbia Dikecam
© biografija.org
Ana Brnabic dipilih oleh Presiden baru.

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Serbia membuat gebrakan dengan menominasikan seorang politikus lesbian menjadi perdana menterinya.

Ana Brnabic dipilih oleh Presiden baru, Aleksandar Vucic, yang tinggal menunggu persetujuan dari parlemen. Parlemen yang dikuasai oleh pendukung Vucic tampaknya akan mudah meloloskannya apda pekan depan.

"Jika disetujui parlemen, saya akan memerintah dengan dedikasi, tanggung jawab, kejujuran, dan cinta," kata Brnabic seperti dikutip kantor berita Tanjug.

Namun, pencalonan ini memicu kemarahan Gereja Kristen Orthodox dan kelompok ultranasionalis.

Serbia dikenal sebagai salah satu negara Balkan yang kurang bersahabat terhadap para penyuka sesama jenis atau LGBT.

Beograd Gay Pride dilarang selama tiga tahun berturut-turut atas dasar keamanan publik setelah pemrotes dari sayap kanan menyerang acara tersebut pada 2010.

Acara itu kemudian dihidupkan kembali pada 2014 di tengah pengamanan yang sangat ketat, termasuk pengerahan pasukan khusus dan mobil lapis baja.

Pemimpin salah satu partai kecil dalam koalisi presiden, Dragan Markovic Palma dari Unified Serbia, mengecam pilihan Vauci dan menegaskan akan menolak Brnabic.

Jika disetujui, Brnabic akan bergabung dengan sejumlah kecil perdana menteri gay untuk memimpin pemerintah di Eropa, termasuk Leo Varadkar di Republik Irlandia dan Xavier Bettel di Luksemburg.

Brnabic, yang menghabiskan masa studinya di Inggris, merupakan pakar pemasaran yang pernah bekerja dengan sejumlah perusahaan Amerika sebelum bekerja di pemerintahan.

"Saya yakin dia (Brnabic) memiliki kemampuan profesional dan kualitas personal. Saya yakin dia bisa bekerja sangat keras," ujar Vucic.

Saat ini, Brnabic menjabat sebagai menteri urusan administrasi publik dan pemerintahan lokal.

Peran perdana menteri di pemerintahan negara konservatif tersebut kemungkinan besar bersifat simbolis karena Presiden Vucic akan tetap menjadi tokoh Serbia yang paling berkuasa.

Saat mengumumkan perdana menteri pilihannya, Vucic tidak berkomentar mengenai orientasi seksual Brnabic yang lesbian. Dia hanya menegaskan Brnabic akan bekerja untuk memperbaiki Serbia.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar