Jumat, 28 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Kenikmatan Sebuah Meja Cooking Class di Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


BPS: Neraca Perdagangan Juni 2017 Surplus US$ 1,63 Miliar

Senin, 17 Juli 2017 - 15:30:34 WIB


BPS: Neraca Perdagangan Juni 2017 Surplus US$ 1,63 Miliar
© Youtube.com
kepala bps suhariyanto.

SUKABUMIUPDAT E.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2017 mengalami surplus US$ 1,63 miliar. Adapun total ekspor Indonesia pada Juni 2017 sebesar US$ 11,64 miliar, sedangkan total impor sebesar US$ 10,01 miliar.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, hal tersebut dipicu oleh surplus sektor nonmigas sebesar US$ 1,96 miliar. Sementara neraca perdagangan sektor migas defisit US$ 0,33 miliar. “Kami harapkan surplus ini akan terjadi sampai dengan akhir tahun,” ucapnya di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin, (17/7).

Dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus 28,25 juta ton pada Juni 2017. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca sektor nonmigas 28,4 juta ton. Namun neraca volume perdagangan sektor migas mengalami defisit 0,15 juta ton.

Adapun sepanjang Januari hingga Juni 2017, total ekspor Indonesia mengalami kenaikan sebesar US$ 79,96 miliar, dengan total impor naik sebesar US$ 72,33 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2017 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 7,63 miliar.

“Secara satu semester, surplus perdagangan kita sebesar US$ 7,63 miliar. Jika dilihat, ini tertinggi sejak 2012,” kata Suhariyanto.

Suharyanto  menambahkan, surplus perdagangan non migas Indonesia selama satu semester ini paling banyak disumbang oleh negara India dengan kontribusi US$ 5,04 miliar, Amerika Serikat sebesar US$ 4,7 miliar, dan Belanda sebesar US$ 1,56 miliar. Namun neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit dengan Cina yakni sebesar US$ 6,62 miliar, Thailand  US$ 1,83 miliar, dan Australia sebesar US$ 1,57 miliar.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar