Jumat, 23 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Berpuasa di Negeri Orang, Gadis Kota Sukabumi Melawan Rasa Kangen
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata


Bosan Jadi Karyawan, Wanita Kota Sukabumi Usaha Keripik Setan sejak 2007

Selasa, 21 Februari 2017 - 04:30:16 WIB


Bosan Jadi Karyawan, Wanita Kota Sukabumi Usaha Keripik Setan sejak 2007
© Wifi
Karyawan melakukan pengepakan Kripset.

SUKABUMIUPDATE.com - Keripik singkong pedas mungkin sudah tidak asing bagi pecinta kuliner, berbagai merek ternama mulai menjajaki bisnis kuliner di setiap daerah tak terkecuali di Kota Sukabumi. Selain dikenal dengan Kota Mochi, kota ini juga punya ciri-ciri khas oleh-oleh yang menjadi primadona bagi wisatawan lokal, salah satunya adalah kripik pedas Ummi-Kakak. 

Adalah Lovita perempuan berusia 35 tahun, warga Jalan Babakanlio RT 01/24, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, mulai tertarik merintis bisnis jual keripik singkong pedas sejak 2002 lalu. Berawal dari jualan ke setiap sekolah, kini wanita yang akrab dipanggil Ita itu, sukses menjual kripik setan (kripset)-nya tersebut ke luar daerah seperti Bogor, Riau, bahkan hingga Papua. 

Kepada sukabumiupdate.com, Senin (20/2), Lovita mengaku tertarik dengan bisnis kripset ini dari bibinya yang sudah memulai usaha tersebut terlebih dahulu. "Awalnya tahun 2002 megang usaha bibi, karena bibi di Bandung jadi saya pegang, alhamdulilah laku. Kalau untuk usaha sendiri dari mulai 2007," ucap ibu dari dua anak ini.

Hanya dengan modal Rp7.5 juta, melalui pinjaman di salah satu bank, Lovita mulai mengawali bisnis tersebut. Awalnya ia hanya menjual kripik singkongnya itu dengan masuk ke sekolah-sekolah dengan harga Rp500. Namun seiiring berjalannya waktu, keripiknya ini mulai banyak dikenal, keripik pedas buatan mantan buruh pabrik ini pun mulai kebanjiran order.

"Alhamdulilah sekarang udah punya tiga langganan agen di Bogor, tapi ke sekolah juga masih, kadang juga suka ada pesenan dari Papua, biasanya yang pesen jauh itu para mahasiswa yang kuliah ke luar kota terus bawa oleh-oleh keripik ini, eh jadi banyak yang pesan. Kadang kalau ke Papua itu sampai sepuluh sampai 25 kilogram sekali pesan," cerita Lolita.

Lovita masih ingat betul saat modal pinjaman pertamanya itu ia gunakan untuk membeli dua karung singkong dan berbagai bumbu untuk perlengkapan memasak keripik singkong. Kini sepuluh tahun berlalu, ia sukses mengembangkan bisnis keripik singkongnya. "Kalau dulu mungkin orderan pakai mobil orang, sekarang udah mobil sendiri dan langganan pun jadi tambah banyak," ucapnya bersyukur.

BACA JUGA:

Terobosan Perajin Ijuk Kalibunder Kabupaten Sukabum

Dari Ciaul Kota Sukabumi, Say it with Flowers

Para Pendekar Cantik Penjaga Polres Sukabumi Kota, Berani?

Usaha yang dijalanani ini pun tak semulus yang dibayangkan, ia mengaku pernah mengalami down dengan bisnisnya tersebut. Namun berkat kerja keras pantang menyerah serta dukungan suami, ia kembali memulai bisnisnya hingga bisa kembali sukses. 

"Sempat dulu hampir bangkrut, karena waktu saya hamil anak kedua, jadi enggak ada yang pegang. Suami juga kerja, makanya sempat rugi," terang istri dari Iwan Kuswandi itu. 

Namun, diakui Lovita ia pun sempat mengeluhkan dengan harga kebutuhan harga pokok yang terus naik. Salah satunya dengan harga cabai merah yang meningkat drastis. Apalagi cabai merah adalah bumbu utama untuk membuat kripset singkong ini. 

Namun meski begitu hal tersebut tak begitu berpengaruh baginya. Ia pun tak mengurangi rasa atau pun menaikan harga. Pasalnya ia sudah memiliki langganan sendiri

"Awalnya sempat bingung juga harga-harga mahal apalagi cabai merah, tetapi saya tetap pertahankan rasa terbaik bagi pelanggan. Kalau saya yang paling penting berbisnis itu jujur, dan terbukti masih disukai banyak orang," ucapnya bangga. 

Selain kripset, Lovita mulai mengembangkan keripik singkong original, kerupuk jengkol pedas, dan makaroni pedas dan original. Tak hanya itu, Lovita yang awalnya hanya seorang ibu rumah tangga biasa itu, kini sukses membantu perekonomian keluarga tanpa harus bekerja di luar rumah. Dan tentu saja, ia pun andil dalam membuka lapangan pekerjaannya.

Reporter: WIFI/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar