Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah


Boeing Akan Bangun Pesawat Antariksa Militer AS XS-1

Kamis, 25 Mei 2017 - 13:25:21 WIB


Boeing Akan Bangun Pesawat Antariksa Militer AS XS-1
© darpa.mil
Program ini bertujuan untuk mencapai kemampuan mencapai orbit Bumi pada masa orbit satelit.

SUKABUMIUPDATE.com -  Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) hari ini mengumumkan bahwa mereka telah memilih Boeing untuk melanjutkan proyek XS-1, yang dikenal sebagai Experimental Spaceplane, setelah terjadi persaingan ketat di antara perusahaan-perusahaan kedirgantaraan.

XS-1 ditujukan untuk menjadi pesawat antariksa militer yang dapat digunakan kembali dan mampu meluncurkan satelit seberat 1.360 kilogram ke orbit 10 kali dalam 10 hari. Pesawat ruang angkasa tersebut dapat secara dramatis mengurangi biaya peluncuran menjadi US$ 5 juta per penerbangan, menurut pejabat DARPA.

"XS-1 bukan pesawat tradisional atau kendaraan peluncur konvensional melainkan kombinasi keduanya, dengan tujuan untuk menurunkan biaya peluncuran dan mengubah waktu menunggu peluncuran yang lama dengan peluncuran sesuai permintaan," ujar Manajer Program DARPA, Jess Sponable, dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Livescience, Kamis (25/5).

"Kami sangat senang dengan kemajuan Boeing pada XS-1 sampai Tahap 1 dari program ini dan berharap dapat melanjutkan kerja sama erat kami dalam pengembangan yang baru didanai ini ke Tahap 2 dan 3, yaitu fabrikasi dan penerbangan," tambah Sponable.

Tes peluncuran pertama akan dimulai pada Tahap 3, yang bertujuan untuk meluncurkan XS-1 antara 12 dan 15 kali pada tahun 2020. Pada Tahap 2 dari program XS-1, Boeing membangun dan menguji teknologi pesawat pada tahun 2019, menurut pernyataan DARPA. Uji coba berbasis ground akan disertakan, untuk menunjukkan kelayakan peluncuran pesawat 10 kali dalam 10 hari, kata pejabat DARPA.

Desain Phantom Express XS-1 Boeing mengalahkan beberapa konsep oleh dua tim lainnya, yaitu kemitraan Masten Space Systems dan XCOR Aerospace, dan tim Northrop Grumman dan Virgin Galactic.

Phantom Express XS-1 dirancang untuk diluncurkan ke tepi antariksa, dan melepaskan peluncur tahap kedua yang akan membawa satelit ke orbit. Pesawat ruang angkasa itu kemudian akan kembali ke Bumi untuk melakukan pendaratan di landasan pacu.

XS-1 akan diluncurkan secara vertikal menggunakan mesin Aerojet Rocketdyne AR-22 yang dipicu dengan oksigen cair dan hidrogen cair. “Mesin AR-22 adalah versi mesin utama yang digunakan untuk menyalakan pesawat antariksa NASA,” perwakilan Boeing mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Phantom Express akan dibangun oleh divisi Phantom Works milik Boeing, yang juga membangun dua pesawat antariksa robot X-37B yang saat ini digunakan oleh Angkatan Udara AS untuk misi rahasia.

Pesawat ruang angkasa X-37B yang dapat digunakan kembali telah menerbangkan empat misi hingga saat ini, dengan misi terbaru (disebut OTV-4) mendarat di Kennedy Space Center milik NASA di Cape Canaveral, Florida, pada 7 Mei setelah 718 hari di orbit.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar