Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Kenikmatan Sebuah Meja Cooking Class di Kota Sukabumi


BKPM: AS Akan Perkuat Investasi Digital di Indonesia

Kamis, 20 April 2017 - 21:22:57 WIB


BKPM: AS Akan Perkuat Investasi Digital di Indonesia
© Facebook.com
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong.

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong, mengatakan kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat, Michael Richard Pence atau Mike Pence, menjadi momen penting untuk mengevaluasi hubungan kerja sama kedua negara. Menurut Lembong, kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat akan memasuki babak baru. "Era komoditas sudah lewat. Sekarang kita memasuki era digital," kata Lembong di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (20/4). 

Dalam enam tahun terakhir ini, kata Lembong, investasi Amerika ke Indonesia didominasi sektor energi dan pertambangan. Amerika menduduki peringkat kelima sebagai investor terbesar di Indonesia.

Ke depan, lanjut Lembong, sektor berbasis teknologi akan menjadi perhatian Indonesia-Amerika. Namun pihak Amerika, kata Lembong, akan menunggu kesiapan Indonesia untuk bisa lebih terbuka dalam hal teknologi informasi. Selain itu, di sektor teknologi informasi para investor akan mempertimbangkan aspek kesiapan hukum di Indonesia. 

Sebagai contoh, Lembong menyebutkan, investor cenderung akan sulit berinvestasi bila otoritas pemerintah melarang kebebasan data. "Kalau melarang data kita untuk go global akan sulit mendapatkan investasi di sektor digital," kata Lembong.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence di Istana Wakil Presiden. Dalam pertemuan yang berjalan selama 30 menit itu ada dua hal yang menjadi pembahasan. Kedua hal itu ialah tentang peningkatan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi dan politik. "Amerika menginginkan hubungan bilateral tidak bersifat multilateral," kata Jusuf Kalla.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar