Selasa, 23 Mei 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi

Jumat, 31 Maret 2017 - 18:13:16 WIB


Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
© Rawin Soedarjanto
Salah satu lokasi jambret Payudara di jalan lingkungan menuju Kampung Cimuncang Bojonggenteng.

SUKABUMIUPDATE.com - Teror jambret payudara hingga saat ini masih membuat resah warga di sejumlah desa di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Korbannya adalah perempuan yang berjalan di jalanan sepi, biasanya jalan lingkungan atau kampung.

Gara-gara jambret payudara ini, aktivitas kaum wanita di Kecamatan Bojonggenteng menjadi terganggu. Ibu-ibu tak berani sendirian keluar rumah, terutama jika harus berjalan kaki, termasuk untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya, Omah (45), pemilik warung di Kampung Cimuncang, Desa/Kecamatan Bojonggenteng. “Sejak banyak yang kena pegang payudaranya saya jadi takut kalau ke pasar sendirian. Biasanya saya jalan kaki, sekarang nggak mau ah, takut,” jelas Omah kepada sukabumiupdate.com, Jumat (31/3).

Saat ini warga Desa Bojonggenteng tengah mencari sosok pria misterius pengedara motor matic warna hitam, berjaket hitan dan mengenakan helm hitam. “Semua korban mengaku digerayangi oleh laki-laki yang naik motor matic hitam. Ciri-cirinya sama, kami intai tapi sampai saat ini belum dapat,” ungkap Sahirmurdani, salah seorang pemuda Kampung Cimuncang, RT 29/11, Desa/Kecamatan Bojonggenteng.

Sejumlah wanita di Kampung Cimuncang memang menjadi korban aksi asusila ini. Tercatat ada tiga warga Kampung Cimuncang yang payudaranya dipegang oleh pengendara motor mesum tersebut.

BACA JUGA :

Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi

Wanita Sukabumi di Hong Kong Hindari Godaan Pria Asing dan Lesbi

Hati Heti, Gadis Sukabumi Dibunuh Rasa Nyaman

RSW (33), seorang ibu rumah tangga, dan NF alias PJ (15) pelajar madrasah tsanawiyah (MTs), serta EL (28) karyawati, ketiganya menjadi korban jambret payudara saat berada di jalanan sepi di sekitar Kampung Pamatutan, Desa/Kecamatan Bojonggenteng.

“Yang saya tahu selain tiga warga kami, ada bu DD, seorang guru sekolah dasar, dan NJ yang baru lulus sekolah MTs tahun kemarin. Korban semuanya lagi jalan sendirian di antara Kampung Cimuncang, Pamatutan, dan Cijolang,” lanjut Sahirmudani.

Jalan lingkungan antar kampung di Desa Bojonggenteng saat ini menjadi rawan terhadap aksi asusila tersebut. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bojonggenteng belum bersedia memberikan penjelasan terkait maraknya aksi teror mesum ini.

Alasan polisi, belum ada laporan resmi dari korban. “Pak Kapolsek-nya lagi keluar besok saja. Setahu saya belum ada laporan dari korban,” jelas salah seorang anggota Polsek Bojonggenteng yang sedang piket, namun tidak bersedia disebut nama, Jumat (31/3).

Para korban jambret payudara memang tidak melaporkan kasus asusila ini kepada pihak kepolisian. “Saya memang tidak lapor ke polisi, saya tidak tahu jika harus lapor, baru kasus ini akan ditangani sama polisi,” jelas RSW (33) salah seorang korban jambret payudara yang sempat sakit demam akibat trauma pasca kejadian tersebut.

Reporter: RAWIN SOEDARJANTO
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar