Jumat, 28 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Desaku

Terinspirasi The Raid, Pemuda Surade Produksi Film
Sistem ZIS Desa Nanggerang Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan Lazisnu Indonesia
Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari
Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah
Tahun ini, Ada 71 Pilkades Serentak di Kabupaten Sukabumi
Keren, Desa Sukaraja Kabupaten Sukabumi Dibuatkan Film Dokumenter oleh Kemensos
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal
250 Warga Miskin Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi Dapat KK Gratis
47 Desa di Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan
Mengintip Usaha Arang Batok Kelapa Cibolangkaler


Berdayakan Petani Bunga Pemdes Tangkil Kabupaten Sukabumi Akan Bentuk Kelompok Tani

Kamis, 13 Juli 2017 - 00:08:50 WIB


Berdayakan Petani Bunga Pemdes Tangkil Kabupaten Sukabumi Akan Bentuk Kelompok Tani
© Rawin Soedaryanto
Petani bunga potong.

SUKABUMIUPDATE.com - Usaha memajukan petani bunga, Pemerintahan Desa (Pemdes) Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan membentuk Kelompok Tani Bunga Potong.

Kepala Desa Tangkil Ijang Sehabudin menerangkan di wilayahnya terdapat kurang lebih 100 petani bunga yang berada di Kampung Jabon dan Kampung Ciseke. Para petani bunga ini, sebut dia, menanam bunga pilo, danrum, andong, mahrid, sedap malam, tulip dan holan.

“Bunga-bunga ini bisa dipanen pertama pada usia empat bulan. Dan dua bulan sekali bisa panen. Tujuan pembentukan kelompok tani bunga potong ini, lebih mengedepakan pemberdayaan dan akan dijadikan sentra bunga yang diarahkan pengelolaannya oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes-red),” imbuh Ijang.

BACA JUGA: Petani Jahe Mekarsari Butuh Perhatian Pemkab Sukabumi: Kami Juga Ingin Sukses

Salah seorang petani bunga potong, Abdul Rojak (53 tahun) warga Kampung Cidahu Pasar RT 15/05 mengatakan telah 38 tahun menekuni usaha menjadi petani bunga potong. “Harga per batang bunga yang saya jual Rp.200. Ada tujuh jenis bunga yang saya jual, yakni Andong Taman, Bencong, Taman, Plat, Besi, Lebar, Bacang, dan Andong Paris,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Abdul Rojak, pemasaran tidak menjadi kendala karena para petani tidak harus memikirkan pemasaran. “Ada tengkulak yang selalu datang setiap tiga hari sekali,” katanya.

Reporter: RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar