Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Bawang Putih Efektif Sembuhkan Impotensi, Ini Pengakuan Warga Sukabumi
Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Tak Cuma Seksi, Tidur Telanjang Ternyata Banyak Manfaatnya


Benarkah Bermain Spinner Dapat Mengatasi Stres? Ini Kata Psikolog

Selasa, 11 Juli 2017 - 15:29:09 WIB


Benarkah Bermain Spinner Dapat Mengatasi Stres? Ini Kata Psikolog
© chirpstory.com
spinner fidget.

SUKABUMIUPDATE.com - Permainan fidget spinner tengah hits dikalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Cara bermainnya yakni dengan memegang bagian tengah yang mirip seperti roda dengan dua jari (telunjuk dan ibu jari), kemudian, putar menggunakan jari tengah.

Permainan spinner ini diklaim dapat mengendalikan stres. Benarkah demikian? Psikolog klinis Ine Indriani, mengatakan, bermain fidget spinner membuat salah satu tubuh bergerak. 

"Ketika bergerak dan fokus terhadap spinner kita bisa mengalihkan dari berbagai pikiran di otak yang menyebabkan stress," kata Ine kepada Tempo, Senin, (10/7).

Namun, Ine melanjutkan, penelitian ilmiah yang menyatakan spinner dapat mengendalikan stres memang belum ada. "Tapi, dengan melakukan gerakan motorik tersebut membantu kita mengalihkan masalah dan menenangkan," ujarnya.

Akan tetapi, Ine mengingatkan, bahwa spinner tidak menghilangkan akar masalah dari stres. "Jadi tetap harus dengan psikoterapi dan konseling untuk mengatasi akar masalahnya," kata Ine.

Adapun, Psikolog Anak, Anita Chandra, mengatakan spinner bisa membantu mengendalikan stres karena bersifat gerak ritmik. "Seperti ketika kita cemas, kita menggoyangkan kaki, atau pensil," kata dia.

Namun, menurut Anita, bukan semata-mata benda ini bagus, tapi karena efek sensoris yang dihasilkan spinner. Sebab, kalau berkaitan dengan sensoris, semua orang berbeda dalam pemrosesannya. "Jadi, efek atau tidak, balik lagi ke individu. Secara ilmiah, belum ada evidence based-nya yang membuktikan hal ini," ujarnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Keluarga Tips

Berikan Komentar