Jumat, 28 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Desaku

Terinspirasi The Raid, Pemuda Surade Produksi Film
Sistem ZIS Desa Nanggerang Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan Lazisnu Indonesia
Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari
Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah
Tahun ini, Ada 71 Pilkades Serentak di Kabupaten Sukabumi
Keren, Desa Sukaraja Kabupaten Sukabumi Dibuatkan Film Dokumenter oleh Kemensos
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal
250 Warga Miskin Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi Dapat KK Gratis
47 Desa di Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan
Mengintip Usaha Arang Batok Kelapa Cibolangkaler


Belajar Melawan Rentenir a la Desa Sirnasari Kabupaten Sukabumi

Selasa, 13 Desember 2016 - 12:16:49 WIB


Belajar Melawan Rentenir a la Desa Sirnasari Kabupaten Sukabumi
© Rozak Daud
Gerai Bumdes Sirnasari yang dikelolah oleh pemuda desa.

SUKABUMIUPDATE.COM - Kabupaten Sukabumi baru mulai merangcang Peraturan Daerah Anti Rentenir, Kota Bandung ada kredit melawan rentenir, warga Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi sudah dua tahun melawan renten dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Rentenir di desa ini dianggap musuh karena terbukti menggerogoti ekonomi rakyat yang notabene hidup pas pasan.

“Dengan memanfaatkan sumber anggaran yang diluncurkan pemerintah pusat maupun daerah, Sirnasari berhasil mengusir semua pelaku rentenir yang selama ini menghisap uang rakyat,” jelas Kepala Desa Sirnasari Bambang Gunawan, Selasa (13/12) kepada sukabumiupdate.com.

Menurut Bambang pemerintah desa memaksimalkan anggaran Dana Desa disektor perekonomian untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Langkah ini dilakukan untuk mengusir para rentenir sehingga tidak ada ruang untuk menggerogoti ekonomi warga.

Melalui Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang dikelolah kader Perempuan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Serta permodalan untuk BUMDES oleh pemuda dan semuanya dikelolah dengan sistem syariah sehingga tidak terlalu membebankan peminjam pelaku usaha.

Alhamdulillah sudah dua tahun berjalan, ketergantungan warga kami pada rentenir mulai bisa teratasi,” tuturnya.

Lanjut Bambang, pembinaan dan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan program yang ada sangat penting. Pemerintah tidak bisa melarang warga yang meminjam ke rentenir tanpa ada solusi, sehingga Desa Sirnasri memberi contoh dengan mengelola anggaran desa tepat sasaran, agar kesadaran warga terbangun untuk meningkatkan perekonomiannya.

"Sebelum Program UP2K dan Bumdes berjalan maksimal tahun-tahun sebelumnya, edukasi sudah kami lakukan kepada warga untuk memanfaatkan dengan baik Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagai alat untuk melawan rentenir. Jadi ini kelanjutan program terdahulu,” pungkasnya.

Reporter: ROZAK DAUD/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar