Jumat, 23 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi

Minggu, 09 April 2017 - 16:06:43 WIB


BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
© Suhendi
Polisi tengah menghalau kerusuhan.

SUKABUMIUPDATE.com – Ratusan massa dari dua organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (Ormas-OKP), Minggu (9/4) siang, terlibat bentrokan di sekitar Kantor Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/4). Dua anggota ormas dikabarkan terluka akibat sabetan senjata tajam, dan saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

Seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Cibadak juga terluka ringan terkena lemparan batu saat mencoba melerai bentrokan di tengah Jalan Raya Pamuruyan. Perang antara massa dari Pemuda Pancasila (PP) dan Benteng Bogor Raya Pajajaran (BBRP) ini, diduga dipicu keributan pada malam sebelumnya yang sebenarnya sedang dimediasi oleh pihak kepolisian.

“Tadi massa sudah saling serang. Pakai batu dan senjata saya langsung menyematkan diri. Massa ribut di sekitar Kantor Desa Pamuruyan, polisi juga ada yang kena lemparan batu,” ungkap Rohim (34) seorang pedagang yang biasa mangkal di sekitar lokasi kejadian.

BACA JUGA:

Siapa Jagoan di Terminal Type A Kota Sukabumi

Kapolresta Sukabumi: Penyerang Markas LSM Kompak Bukan dari GMBI

Ini Sikap MUI Kota Sukabumi untuk Kasus FPI vs GMBI

Ratusan personel kepolisian satuan pengedali massa Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi sudah membuat blokade untuk memisahkan kedua kelompok massa. Sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga ikut mengamankan agar bentrokan tidak meluas.

“Polisi sama TNI susah. Dihadang di jalan ribut di kampung. Pokoknya sudah saling kejar dan serang,” lanjut Rohim.

Sejumlah kendaraan khususnya motor juga rusak akibat diserang oleh kelompok massa. Hingga berita ini diturunkan suasana di Jalan Raya Pamuruyan Cikidang di sekitar Kantor Desa Pamuruyan masih mencekam.

Polisi masih berusaha menenangkan kedua massa yang sesekali tetap saling serang menggunakan batu.

Reporter: GARIS NURBOGARULLAH
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar