Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Bangunan TPT di Jalan Perintis Kemerdekaan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Ambrol

Selasa, 14 November 2017 - 19:11:48 WIB


Bangunan TPT di Jalan Perintis Kemerdekaan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Ambrol
© Suhendi
Proyek pembangunan TPT di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak yang ambrol.

SUKABUMIUPDATE.com – Diduga tak kuat menahan beban, saat diguyur hujan lebat, tembok penahan tanah (TPT) di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Tanjungsari, RT 02/13, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambrol.

Pantauan di lapangan, selain membuat ambrolnya proyek pembangunan TPT di ruas jalan provinsi yang tak dilengkapi papan nama proyek tersebut kondisi tanah pun nyaris menggerus rumah warga yang berdekatan dengan lokasi di mana dibangunnya TPT itu.

BACA JUGA: Ngeri, Ini Penampakan Pondasi Jembatan Pamuruyan Cibadak

Menurut Kepala Desa Sekarwangi, Anwar Saepudin peristiwa ambrolnya TPT tersebut terjadi saat hujan mengguyur lokasi pembangunan dan sekitarnya.

“Kemungkinan akibat pembuatan pondasinya yang diduga asal-asalan. Masa dibangun pagi, sorenya ambruk. Hampir saja rumah saudara saya juga tergerus longsor,” tutur Anwar, kepada sukabumiupdate.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (13/11/2017).

BACA JUGA: Proyek Terkesan Asal-asalan, Masyarakat Kalibunder Kabupaten Sukabumi Kecewa

Dia pun mengaku memperhatikan, ternyata di lokasi pekerjaannya tidak ada papan nama proyek terpasang. “Menurut informasi, anggarannya dari Pemprov (Pemerintah Provinsi) dikarenakan jalan tersebut jalan provinsi dan kami pun sebagai Pemerintah Desa ini tidak pernah ada komunikasi dengan mandornya,” aku Anwar.

Anwar pun menyayangkan tanah bekas galian proyek yang dibiarkan begitu saja menumpuk di bahu jalan, selain membuat penyempitan juga dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan.

BACA JUGA: Soal Dugaan Proyek yang Asal-asalan, Ini Kata Wakil Bupati Sukabumi

“Apalagi, kalau pagi-pagi kan banyak anak-anak sekolah dan karyawan berangkat kerja yang melintasi lokasi pekerjaan. Sehingga menimbulkan kemacetan. Ya, kami berharap pekerjaan tersebut jangan asal dan diperhatikan. Jadi yang kerjanyapun bisa terawasi,” bebernya.

Sementara Pery Latas (30 tahun), warga sekitar meminta pengawasannya agar lebih ditingkatkan lagi. “Melihat pekerjaan seperti ini bisa menimbulkan kecelakaan. Apalagi sekarang musim hujan,” sampainya, dalam kesempatan berbeda.

Reporter: SUHENDI/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar