Rabu, 24 Mei 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Bibir Pria Malang ini Digigit Kura-Kura Kesayangannya
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tak Ada Menu Daging di Resepsi, Mempelai Pria Batalkan Pernikahan
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook


Baku Tembak, Satu Polisi dan Pelaku Tewas

Jumat, 21 April 2017 - 07:25:22 WIB


Baku Tembak, Satu Polisi dan Pelaku Tewas
© Dok.sukabumiupdate.com
Ilustrasi SU.

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang polisi Prancis tewas dan dua lainnya terluka dalam insiden penembakan di dekat Istana Kepresidenan Prancis, di Champs Elysees, Paris, Kamis malam waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Jumat 21 April 2017, penembakan terjadi di sebuah jalan di pusat perbelanjaan Champs-Elysees, hanya berselang beberapa hari menjelang pemilihan presiden yang akan digelar oleh Negara Mode tersebut.

Presiden Francois Hollande mengatakan serangan yang dilakukan oleh seorang pria yang langsung dilumpuhkan aparat ini, merupakan aksi terorisme.

Namun Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan, terlalu dini untuk menyimpulkan motif serangan. Sebab ada dugaan penembakan ini juga terkait oleh perampokan toko.

Tapi kementerian membenarkan bahwa dalam kasus ini polisi memang menjadi target.

Kantor Jaksa Prancis mengatakan badan anti-terorisme telah membuka sebuah penyelidikan. Aparat pun sedang menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain.

“Saya keluar dari toko Sephora dan saya berjalan di trotoar tempat Audi 80 diparkir. Seorang pria keluar dan melepaskan tembakan dengan kalashnikov terhadap seorang polisi," kata Chelloug, seorang saksi mata kepada Reuters.

“Polisi itu terjatuh. Saya mendengar enam tembakan, saya takut, saya memiliki anak berusia dua tahun dan saya pikir saya akan mati. Dia langsung menembak petugas polisi,” ujar dia.

Insiden ini terjadi saat Prancis bersiap menggelar pemilu pada Ahad lusa. Prancis telah hidup di bawah keadaan darurat sejak 2015 dan telah menderita serangkaian serangan kelompok militan yang telah menewaskan lebih dari 230 orang dalam dua tahun terakhir.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar