Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Berpuasa di Negeri Orang, Gadis Kota Sukabumi Melawan Rasa Kangen
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata


Bagi Stand Up Comedy Sukabumi, Di-bully adalah Motivasi

Selasa, 13 Juni 2017 - 01:31:17 WIB


Bagi Stand Up Comedy Sukabumi, Di-bully adalah Motivasi
© Annissa Rahmatillah
Personil Stand Up Comedy Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Stand up comedy mulai menjadi acara favorit di Indonesia sejak 2011 silam, dibarengi munculnya acar bertajuk sejenis di stasiun televisi swasta.

Acara tersebut menginspirasi sekelompok pemuda Sukabumi mendirikan komunitas Stand Up Comedy Sukabumi sejak 2012 lalu.

“Awal mendirikan komunitas ini, kita izin dulu sama Pandji Pragiwaksono, salah seorang pendiri Stand Up Indo. Dia mengizinkan," jelas Egi Restafauzi salah satu calon wali kota di stand up comedy (calon ketua), kepada sukabumiupdate.com, Senin (12/6).

BACA JUGA: Ini Komunitas Mancing Tanpa Batas, dari Sukabumi Hingga Alaska

Tujuannya didirikan komunitas ini, sebut Egi, untuk menyalurkan dan mengembangkan hobi melucu dan mengurangi pengangguran, karena prospeknya cerah bila menjadi stand up comedy-an sukses.

“Banyak yang awalnya dari stad up comedy, kemudian menjadi penulis, aktor, bahkan sutradara. Stand up comedy itu kan jenis lawakan tunggal, tidak ribet, tidak perlu property. Hanya modal lucu jiwa raga aja,” jelas remaja berusia 22 tahun itu.

Ia menambahkan, mereka biasa kumpul setiap Sabtu malam, untuk mengadakan open mic (istilah latihan buat stand up comedy). Selain itu, ada juga istilah combud (kependekan dari comedy buddy), atau kegiatan membahasan dan sharing materi stand up.

BACA JUGA: Komunitas MCB Born Free Sukabumi, Sepeda Jadi Istri Kedua

“Di luar stand up juga sih kita sering kumpul kayak buat ngaliwetngopi, nginep, atau sekadar ngobrol dan akhirnya minjem duit,” tambah Egi.

Egi mengaku, komunitas ini menginduk ke pusat, sehingga jika ada event skala provinsi atau nasional, komunitas Stand Up Comedy Sukabumi selalu terlibat. Selain itu, tambahnya, bisa berkumpul bersama komunitas sejenis dari dari kota lainnya.

“Untuk kita, setiap tampil, penghargaan yang berharga itu, saat berhasil diketawain orang. Itulah penghargaan yang ditunggu,” ungkapnya lebih jauh.

BACA JUGA: Komunitas Trail Surade Kabupaten Sukabumi Buka Jalur Wisata Perawan

Ditanya pengalaman paling tidak bisa dilupakan, Egi menjawab, adalah ketika komunitasnya membuat show namun gagal.

”Pada 2013 itu. Show gagal gara-gara venue gak sesuai keinginan bintang tamu. Bintang tamunya marah, dan komunitas Stand Up Comedy Sukabumi menjadi bahan bully-an parah se-Indonesia,” beber Egi.

Tapi bagi semua personil Stand Up Comedy Sukabumi, semua itu menjadi pengalaman berharga dan motivasi untuk lebih maju dan matang ke depannya.

BACA JUGA: Dua Komunitas di Sukabumi Akan Hijaukan Area Tambang Cimangkok

Berbicara soal Ramadhan, tak kalah dengan komunitas lain, Stand Up Comedy Sukabumi mempunyai kegiatan spesial yang sudah dimulai sejak Ramadhan tahun lalu.

Kegiatan juga bertujuan mengangkat potensi sumber daya lawak di Kota Sukabumi. Selain itu, untuk bersilaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat pada bulan yang baik ini sambil ngabuburit.

“Kita namain acaranya Pulang Kampung, karena ini Bulan Ramadhan yang identik sama mudik. Acara ini pengisinya komika lokal Sukabumi. Tidak ada bintang tamu," ujar pria yang bercita-cita menjadi entertainer itu.

Secara khusus, papar Egi, Pulang Kampung mengundang anak yatim piatu. Sehingga acara digabung dengan acara Kebun Amal. Jadi bagi penonton bisa sekaligus memberi zakat, infak, dan sedekah.

“Acara tahun pertama, 2016 lalu, berjalan lancar. Semoga tahun ini juga berjalan lancar dan berkah,” pungkasnya.

Reporter: ANNISA RAHMATILLAH
Penyunting: *
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar