Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Berpuasa di Negeri Orang, Gadis Kota Sukabumi Melawan Rasa Kangen
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata


Asa Neneng Ketjeh untuk Musik Underground Sukabumi

Minggu, 04 Juni 2017 - 14:56:33 WIB


Asa Neneng Ketjeh untuk Musik Underground Sukabumi
© Dok. Pribadi
Prili Putri Lestari.

SUKABUMIUPDATE.com - Underground sering dianggap musik bernuansa kekerasan, karena syairnya kerap mengusung tema kematian, penyiksaan, neraka, kehidupan setelah kematian, atau kecaman. Awal tumbuh underground, di kalangan generasi muda dikenal sebagai aliran ekstrim.

Namun, bagi Prili Putri Lestari, awal kecintaan terhadap musik underground, telah membawanya ke pintu rezeki, karena kerap diminta menjadi master of ceremony (MC) di event undergrond

BACA JUGA: Komunitas Musik Sukabumi Galang Dana untuk Curugkembar

“Awal saya suka undergrond tahun 2010, setelah datang ke satu acara dengan musik yang keras. Dari situ saya mulai cari tahu dulu musiknya, karena gak mau jadi pendengar tidak cerdas," jelas gadis akrab disapa Prili kepada sukabimiupdate.com, Minggu (4/5).

Semenjak itu, tambah Prili, hingga kini ia menyukai dan menyintai underground. "Sering jadi MC kalau ada event musik underground,” imbuh warga Jalan Selabintana, Kecamatan/Kelurahan Cikole, Kota Sukabumi itu. 

Berbicara pengalaman menjadi MC acara musik underground, Prili mengaku, selain di Kota dan Kabupaten Sukabumi, juga Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, dan Bandung.

“Pernah pada acara Metalfest, Sound of Legacy, Dream Fest, Loud Fest, dan masih banyak yang aku sudah lupa. Band yang hadir juga luar biasa, seperti Jasad, Jeruji, Kaluman, BK, dan Seringai,” beber gadis kelahiran 1992 ini.

BACA JUGA: Kolaborasi Karasukan dan Sketsa di GWK Lahirkan Karya Musik Unik Sukabumi

Soal kesan, Prili mengakatakan, semua pengalaman selama menjadi MC sangat mengesankan dan tidak bisa dilupakan. Hal itu karena selain memandu acara, ia juga bisa lebih dekat dengan artis, saat di backstage.

“Kalau yang paling berkesan itu, ketika mewawancarai band favorit saya. Waktu itu acaranya di Cianjur Ngahiji,” ungkap Prili.

Selain MC, dia juga selalu datang ke event-event besar seperti acara terbesar se-Asia, yaitu Hellprint di Bandung, Bandung Berisik, Hammersonic, dan Sukabumi Endeur untuk di Sukabumi.

“Buat aku tidak ada pengalaman buruk ketika aku menjadi MC, hanya saja bayarannya selalu kecil, walaupun acaranya besar dan artisnya terkenal,” ujarnya seraya tertawa.

BACA JUGA: Pentas Musik Underground Ciracap Gemuruh 9, Suara Hati Anak Muda Pajampangan

Ditambahkan mantan announcher ketjeh, salah satu stasiun radio di Sukabumi itu, komunitas band beraliran underground selalu menggelar acara di Bulan Ramadhan, seperti buka bersama dan bakti sosial.

"Tapi dikemas seperti acara gigs, atau manggung biasa. Tahun ini juga ada acara seperti itu, tapi belum pasti tempat dan waktunya,” ujarnya lagi.

Soal harapannya, Prili ingin underground Sukabumi mampu membawa nama harum daerah di kancah nasional atau Internasional.

"Harus lebih mengaum dan berkontribusi untuk underground Indonesia. Mudah-mudahan aku juga berkesempatan jadi MC, atau satu stage dengan band luar negeri. Suatu hari nanti, insha Allah,” pungkas gadis yang ingin dipanggil Neneng Ketjeh itu.

Reporter: ANNISA RAHMATILLAH
Penyunting: *
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar