Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Anak-anak Diduga Korban Pelaku Pedofilia Dapat Trauma Healing dari Jajaran Polres Sukabumi

Senin, 25 September 2017 - 17:45:13 WIB


Anak-anak Diduga Korban Pelaku Pedofilia Dapat Trauma Healing dari Jajaran Polres Sukabumi
© Rawin Soedaryanto
Aparat kepolisian ketika melakukan trauma healing disalah satu sekolah yang siswanya diduga jadi korban pelaku Pedofilia.

SUKABUMIUPDATE.com – Guna mengembalikan mentalitas anak-anak yang diduga menjadi korban Pedofilia. Trauma healing pun dilakukan jajaran Polres Sukabumi di lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Senin (25/9/2017).

"Kami, bersama Muspika, kepala desa, serta para guru, mendatangi lokasi SD Negeri Cipari Desa Cisaat, dan MI An-Nazhiriyah di Kampung Cigadog, Desa Tenjolaya, serta SD Negeri Cisaat Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug. Di mana para korban Pedofilia bersekolah,” terang Kapolsek Cicurug, Kompol Suhardiman, kepada sukabumiupdate.com di sela-sela kegiatan, siang tadi.

BACA JUGA: Aduh, Bocah Korban Pedofilia di Cicurug Kabupaten Sukabumi Bertambah

Hal tersebut dilaksanakan, kata Suhardiman, sesuai dengan program Kapolres, yaitu melakukan Trauma healing.

“Ini adalah salah satu cara untuk menggembalikan mental para korban, agar tidak trauma, dan perlahan-lahan bisa kembali normal. Kami belum bisa menyimpulkan, apakah anak-anak itu positif korban Pedofilia atau tidak, untuk membuktikan kebenaran tersebut, kami sudah melakukan visum kepada para korban, guna memastikan ada kekerasan atau tidaknya. Namun sampai saat ini, kami belum mendapatkan hasil visum tersebut,” bebernya.

BACA JUGA: Pulihkan Trauma Empat Bocah Korban Pedofilia di Cicurug Kabupaten Sukabumi, KPAI Akan Hadirkan Psikolog

Sedangkan bagi pelaku sendiri, kata Suhardiman, sudah memenuhi unsur pidana perlindungan anak, sehingga pelaku diambil alih penanganannya oleh Polres Sukabumi, bukan sam pihaknya lagi.

“Sementara ini yang terdata, baru ada lima korban. Kami pun terus melakukan pengembangan-pengembangan. Perlu kita luruskan, bahwa pelaku bukan guru ngaji, melainkan hanya sebagai pembantu pelatih marawis atau qosidah anak-anak,” terangnya.

BACA JUGA: Kades Tenjolaya Kabupaten Sukabumi, Bantah Pelaku Pedofilia Empat Bocah Oknum Guru Ngaji

Suhardiman mengaku, buat langkah kedepannya akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah (Pemda), meminta petunjuk bupati, dan wakil bupati, serta Camat Cicurug.

“Serta ada P2PT2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), dan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), untuk melanjutan trauma healing sampai traumanya hilang,” pungkasnya.

Reporter: RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar