close [x]
Sabtu, 25 Februari 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

Al-Falah Cetak Tokoh Ponpes Penting

Senin, 01 Agustus 2016 - 22:37:18 WIB


Al-Falah Cetak Tokoh Ponpes Penting
© Didim Dimyati
Halaman Ponpes Al-Falah

SUKABUMIUPDATE.COM - Pondok pesantren Al-Falah yang berada di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang merupakan salah satu ponpes tertua yang telah berhasil mencetak banyak tokoh ponpes di negeri ini.

Informasi yang dihimpun dari salah satu pengasuh Ponpes Al-Falah, Syarif Hidayat, ponpes ini berdiri  pada 1908. Adapun pendiri dari pondok pesantren ini adalah Almarhum KH Muhammad Siddiq bin KH Abdurrohman.

Hingga saat ini ponpes yang berdiri di zaman penjajahan Belanda, sudah tiga kali ganti kepemimpinan mulai dari almarhum KH Muhammad Siddiq bin KH Abdurrohman, kemudian diganti Abdullah Sanusi bin KH. Muhammad Siddik dan sekarang dipimpin KH Mahbub Sanusi bin KH. Abdullah Sanusi.

"Ponpes ini banyak mencetak tokoh ponpes berpengaruh baik di dalam maupun luar Sukabumi seperti Ustad Mumu Muhyidin, KH Ahmad Sanusi (pendirio Ponpes Syamsul Ulum, Gunungpuyuh), KH Muhammad Masturo (pendiri Almasturiyah), KH Ahmad Junaedi (pendiri Ponpes Miftahusa’adah), KH Muchtar dari Bayah, Banten dan masih banyak lagi," katanya.

Menurutnya, hingga saat ini ponpes tersebut memiliki sekitar 70 santri yang berasal dari dalam dan luas Sukabumi dengan jumlah pengasuh ponpes sebanyak delapan orang.

Asal mula ponpes ini dinamakan Sukamantri karena lokasi yang berada di Kampung Sukamantri, kemudian berganti menjadi Al-Falah. Adapun ari Al-Falah yakni Kemenangan, dengan harapan lulusan ponpes ini mendapat kemenangan dan keberkahan dalam menuntut Ilmu.

"Ponpes ini selain untuk dakwah dan penyebaran islam, tetapi juga ingin mencetak lulusan atau alumni yang dibutuhkan negara ini, baik dari pemikiran maupun ilmunya," tambahnya. (*)

Syarif mengatakan selain santrinya diwajibkan menghafal Kitab Kuning dan Al-Quran dengan berbagai teknik, juga diwajibkan cara bercocok tanam dan memelihara ikan yang tujuannya ketika santri lulus dari tidak hanya pandai mengaji tetapi juga cara bertahan hidup. Karena biasanya santri ketika pulang banyak yang mengabdi di masyarakat.

"Kami menggratiskan seluruh santri yang ingin menimba ilmu di sini dan harus mematuhi peraturan," katanya.

Sementara, salah satu santri, Agung yang berasal dari daerah Takokak, Kabupaten Cianjur mengatakan jika ada santri yang bandel biasanya pengasuh ponpes menghukumnya mulai dari peringatan hingga dikeluarkan dari ponpes.

Di sisi lain, ponpes ini mempunyai peninggalan sejarah yakni bedug yang berada. Informasinya bedug itu merupakan simbol adanya Ponpes Al-Falah.

Reporter: Didim Dimyati
Berikan Komentar


Rekomendasi untuk Anda

Novian: Agar Pemuda Tahu, Tak Hanya Bupati Sukabumi, Ada Bima Arya yang Muda dan Inovatif
Promoted Content

Novian: Agar Pemuda Tahu, Tak Hanya Bupati Sukabumi, Ada Bima Arya yang Muda dan Inovatif