Jumat, 22 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Kecelakaan Maut Jalan Raya Cimande Menyisakan Luka Mendalam Bagi Keluarga Pengendara Mobil Brio
Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?


Ada Umbul-umbul Dibakar, Warga Bogor Datangi Yayasan Ibnu Masud

Kamis, 17 Agustus 2017 - 21:18:22 WIB


Ada Umbul-umbul Dibakar, Warga Bogor Datangi Yayasan Ibnu Masud
© suminarratna.blogspot.co.id
Ratusan warga mendatangi lokasi pembakaran merah putih di Bogor.

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan warga dari sejumlah kampung di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mendatangi gedung Yayasan Pendidikan Ibnu Masud di Kampung Jami RT 02/04, Desa Sukajaya, Kamis 17 Agustus 2017 siang tadi. Kedatangan warga desa dipicu adanya umbul-umbul untuk peringatan 17 Agustus yang diduga dibakar oleh orang yang berada dalam yayasan tersebut.

"Dugaan pembakaran umbul-umbul kain merah putih ini pada hari Rabu (16/8/2017) malam tadi," kata Dede, 39 tahun, warga sekitar.

Dia mengatakan, pemasangan kain umbul-umbul berwarna merah putih ini, sudah menjadi tradisi warga di sepanjang jalan kampung pada setiap HUT Kemerdekaan RI. "Tiba-tiba ada seorang pemuda mendekati umbul-umbul di depan gerbang ponpes merusak dan membakarnya," kata dia.

Menurut Dede, pembakaran umbul-umbul itu diketahui sejumlah orang yang tengah berkumpul tidak jauh dari lokasi. Mereka kemudian mengejar pelaku yang diduga lari ke dalam komples Ponpres Ibnu Masud. Sejumlah warga desa pun datang ke pihak yayasan untuk meminta klarifikasi. "Warga yang datang ke ponpes sempat adu mulut dan nyaris baku hantam karena pihak pengurus Ponpes menyangkal," kata Dede.

Dede mengatakan, kabar pembakaran kain umbul-umbul merah putih ini cepat menyebar ke warga desa lainya, sehingga puluhan orang datang ke lokasi. "Tadi malam puluhan warga yang marah sempat berkumpul untuk meminta tanggung jawab yayasan, namun sempat dihalau oleh Pak Kades yang datang bersama polisi ke lokasi," kata dia.

Karena belum juga ada penyelesaian, warga Desa Sukajaya datang dengan jumlah yang lebih banyak setelah mengikuti upacara HUT RI. "Warga tetap meminta pengurus yayasan mengklarifikasi kejadian pembakaran tersebut," kata dia.

Ratusan warga kampung itu sempat dihalau oleh puluhan petugas kepolisian yang sudah melakukan penjagaan di lokasi. "Sejak kejadian tadi malam ratusan polisi datang untuk mengamankan lokasi," kata Dede.

Ratusan petugas dengan senjata lengkap dari Kepolisian Resor Bogor dan Sat Brimob melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi Yayasan, bahkan sejumlah petugas sempat masuk ke dalam untuk meminta keterangan pengurus yayasan. "Kata siapa yang dibakar itu bendera merah putih," kata Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicky, saat dikonfirmasi.

Ustad Idris Pengurus Yayasan Tahfiz Quran, Pondok Pesantren Ibnu Masud mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan Ustad Yusuf, salah seorang pengurus ponpes yang dituduh melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih, "Keterangan Ustad Yusuf mengatakan dirinya tidak membakar umbul-umbul bendera merah putih," kata dia, Kamis 17 Agustus 2017.

Idris mengatakan, banyak warga yang datang ke Yayasan mencari pelaku pembakaran bendera pada Rabu malam 16 Agustus 2017. "Mereka ngotot mencari pelaku pembakaran umbul-umbul merah tapi bukan dari kami yang melakukan," kata dia.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar