Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


90 Rumah di Kabupaten Sukabumi Terkena Dampak Bencana

Rabu, 15 November 2017 - 01:11:58 WIB


90 Rumah di Kabupaten Sukabumi Terkena Dampak Bencana
© Nandi
Data rekapitusi kejadian bencana BPBD Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com – Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dari 01-13 November 2017 sampai pukul 13.00 WIB, sebanyak 90 rumah terdampak bencana. 18 rusak berat, tujuh rusak sedang, 30 rusak ringan, lima rumah terancam, dan 38 rumah terdampak bencana.

Kepala BPBD, Usman Jaelani mengatakan, jumlah tersebut tersebar di 20 kecamatan, di Kabupaten Sukabumi, dengan jenis bencana berbeda beda.

BACA JUGA: Kemarau, BPBD Kabupaten Sukabumi Pasok Air Bersih ke Kecamatan Simpenan

"Yang paling banyak di Kecamatan Simpenan, Kampung Babakan Sirna, mencapai 36 rumah terendam banjir akibat tanggul irigasi jebol," ujar Usman, saat dihubungi sukabumiupdate.com, Selasa (14/11/2017).

Usman menjelaskan dampak intensitas hujan yang tinggi terjadi beberapa minggu ke belakang mengakibatkan banyak terjadi sejumlah bencana yang mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami dampak.

"Ada akibat tanah longsor, angin topan, dan hujan deras, kebakaran rumah, saluran irigasi yang jebol, Banjir bandang, dan pergerakan tanah, serta orang hanyut," tegas Usman.

BACA JUGA: BPBD Kabupaten Sukabumi Kirim Bronjong untuk Perbaiki Tanggul Cisolok yang Jebol

Sejauh ini pihaknya terus memantau perkembangan dari laporan relawan BPBD di setiap wilayah, guna mengantisipasi dan meminimalisir jumlah dampak yang ditimbulkan dari intensitas hujan yang masih terjadi.

"Kita terus pantau daerah yang sudah masuk daftar rawan bencana, dengan melakukan koordinasi lebih intensif antar relawan BPBD," pungkas Usman.

Reporter: NANDI
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar