Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah


8 Tahun Lagi, Ucapkan Selamat Tinggal Mobil Bensin

Senin, 22 Mei 2017 - 14:58:59 WIB


8 Tahun Lagi, Ucapkan Selamat Tinggal Mobil Bensin
© Buku Tahu
Mobil Listrik Indonesia.

SUKABUMIUPDATE.com - Tony Seba, ekonomi Stanford University memperkirakan industri minyak semakin lama semakin meredup dan pada 2030 mendatang bakal segera berakhir. Ini karena semakin sulitnya mencari bahan baku minyak mentah yang berasal dari fosil.

Dalam studi yang diterbitkan oleh Stanford University, Tony menyebutkan kendaraan berbahan bakar bensin dan solar dalam jangka waktu delapan tahun ke depan akan hilang dari peredaran. Pemilik kendaraan akan kesulitan mencari stasiun pengisian bahan bakar, suku cadang dan teknisi mobil berbahan bakar bensin dan solar.

"Ini artinya akan terjadi perubahan revolusioner di industri otomotif dari kendaraan konvensional menuju elektrifikasi," ucap Tony ketika membacakan hasil penelitian Stanford University seperti dikutip dari laman auto.ndtv.com, Senin (22/5).

Menurut Tony, masyarakat tidak punya pilihan selain membeli mobil bertenaga listrik. "Kendaraan listrik yang meliputi mobil, bus bahkan truk harganya akan semakin murah dan ini akan  mengakibatkan runtuhnya industri perminyakan," katanya.

Dalam studi Stanford University yang mengambil tema "Rethinking Transportation 2020-2030" disebutkan bahwa masyarakat akhirnya akan beralih kepada kendaraan listrik atau mobil swakemudi. Sebab, biaya pemakaian bahan bakar atau daya dan perawatan sepuluh kali lebih murah dibandingkan kendaraan konvensional. Dari sisi kemampuan jelajah, mobil listrik mampu menempuh 16.090.344 km dibandingkan mobil konvensional 3.210.000 km.

Sebelumnya, India menargetkan seluruh kendaraan akan berbahan bakar listrik pada 2030 mendatang. Menteri Pertambangan dan Batubara India, Piyush Goyal mennyatakan semua mobil yang dijual di negara tersebut pada 2030, berjenis kendaraan listrik.

Dalam sebuah pidato di Konfederasi Industri Tahunan India 2017 di New Delhi, Goyal mengungkapkan tentang rencana ambisius itu. Dia mengharapkan pengembangan mobil listrik karena didorong adanya permintaan dari konsumen, bukan karena adanya subsidi pemerintah.

"Kami akan memperkenalkan kendaraan listrik dengan cara yang sangat besar. Kami akan membuat kendaraan listrik mandiri. Idenya pada 2030, tak ada satu pun mobil bensin atau diesel yang dijual di negara ini," kata Goyal.

 

Sumber:  Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar