Jumat, 28 April 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

8 Mitos beserta Fakta tentang Mie instan

Kamis, 09 Januari 2014 - 12:14:04 WIB


8 Mitos beserta Fakta tentang Mie instan
©
8 Mitos beserta Fakta tentang Mie instan

ST - Siapa yang tidak mengenal makanan ringan satu ini. Makanan yang cukup mudah didalam penyajiannya.

Makanan satu ini sangat akrab dengan semua kalangan, terlebih kalangan mahasiswa. Makanan yang murah meriah ini mempunyai banyak mitos dan fakta yang terdapat didalamnya. Meski demikian mie instan kerap ’dituduh’ sebagai penyebab kegemukan dan timbulnya berbagai macam penyakit karena lilin yang menempel pada mie atau pewarna yang digunakan. Berikut seputar fakta mie instan membantu Anda agar tidak terjebak isu.

1. Mitos : Terlalu banyak mengonsumsi mie instan membuat orang menjadi gemuk.
   Fakta : Bila mie instan dikonsumsi secara normal, tidak akan menyebabkan kegemukan. Bila dilihat dari jumlah kalori yang dimiliki, mie instan memiliki jumlah kalori sekitar 460 Kal/100 g, pada satu sachet mie instan hanya 60 g. Jadi dalam satu sachet hanya berisi 267 Kal. Kebutuhan kalori untuk orang dewasa dengan berat 55 kg sekitar 2000Kal andaikan seseorang mengonsums 4-5 bungkus per minggu, konsumsi per hari hanya sekitar 200 Kal artinya sepersepuluh kebutuhan kalori per hari.

2. Mitos : Terlalu banyak mengonsumsi mie instan dapat mengakibatkan kanker.
   Fakta : Sejauh ini belum pernah dilaporkan suatu hasil penelitian dari lembaga penelitian yang kompeten bahwa produk mie instan dapat mengakibatkan kanker. Mekanisme terjadinya penyakit kanker sangat komplek. Diantaranya disebabkan adanya senyawa karsinogenen dalam suatu produk pangan. Dalam mie instan belum pernah ditemukan atau dilaporkan adanya senyawa karsinogen.

3. Mitos : Air rebusan mie instan jangan dikonsumsi karena berbahaya.
   Fakta : Di dalam air rebusan mie instan terkandung beberapa jenis garam (mineral) dan beberapa vitamin larut air yang merupakan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Jika air rebusan dibuang, maka vitaminnya pun akan terbuang. Di samping itu, membuang air rebusan dapat menurunkan rasa mie instan yang sesuai dengan standar produsen.

4. Mitos : Mie instan yang dipasarkan relatif sangat awet karena kandungan pengawetnya cukup tinggi.
   Fakta : Kadar air maksimal dalam mie instan adalah 7%, dimana mikroba pembusuk tidak akan dapat berkembang biak pada kadar air tersebut. Pengeringan mie instan dilakukan dengan dua cara, yaitu penggorengan dengan minyak (deep frying) dan atau udara panas (air drying). Penggorengan dilakukan pada suhu tinggi, yaitu antara suhu 140°-160°C. Pada suhu tersebut dapat dipastikan tidak ada mikroba yang bertahan hidup. Dengan panas tinggi tersebut kadar airnya dapat turun sampai 3%.

5. Mitos : Warna kuning pada mie instan berasal dari zat pewarna.
   Fakta : Ya, agar mie instan berwarna kuning,dalam pembuatannya ditambahkan zat pewarna tatrazine (CH940). Tatrazine adalah senyawa pigmen food grade yang penggunaanya sebagai pewarna pangan diijinkan secara internasional oleh Codex Alimentarius, WHO dan nasional oleh Badan POM RI

6. Mitos : Mie yang dikemas dalam cup berbahaya karena kemasannya akan larut jika dipanaskan.
   Fakta : Cup noodle dibuat dari bahan yang disebut Expandable Polysteren. Bahan tersebut tahan suhu tinggi dan tidak akan bereaksi meskipun terkena air mendidih. Bahan kemasan tersebut telah disetujui untuk mengemas produk pangan oleh BPOM RI.
 
7. Mitos : Produksi mie instan menggunakan alkali yang dapat membahayakan konsumen.
   Fakta : Bahan baku mie instan merupakan terigu yang ditambahkan bahan lain seperti air dan beberapa jenis garam, yaitu garam dapur (NaCl), natrium karbonat (Na2CO3), kalium karbonat atau natrium tripoliphospat serta garam fosfat yang dikenal sebagai alkali. Penggunaan alkali tersebut bertujuan untuk meningkatkan elastisitas dan ekstensibilitas serta menghaluskan tekstur. Natrium triphosphat digunakan sebagai pengikat air dalam adonan agar tidak mudah menguap. Dengan demikian permukaan adonan tidak cepat mengering dan mengeras.

8. Mitos : Mie instan yang sudah kadaluarsa ditarik oleh pabrik kemudian diproses kembali.
   Fakta : Penarikan mie instan dilakukan 2 bulan sebelum tanggal kadaluarsa berakhir. Hal itu dilakukan dari outlet-outlet dan pengecer. Produk mie instan yang telah ditarik kemudian secara acak diperiksa oleh quality control. Selanjutnya dibuat berita acara untuk segera dimusnahkan dengan cara dibakar dalam incenerator (pembakar sampah).

Berikan Komentar


Rekomendasi untuk Anda

Cegah HIV/AIDS, Bupati Sukabumi: Masyarakat Harus Jadi Aktor dan Perumus Kebijakan
Promoted Content

Cegah HIV/AIDS, Bupati Sukabumi: Masyarakat Harus Jadi Aktor dan Perumus Kebijakan