Rabu, 28 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


71 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Ciseuti Kabupaten Sukabumi Tanpa Listrik dan Terisolir

Sabtu, 22 April 2017 - 00:25:54 WIB


71 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Ciseuti Kabupaten Sukabumi Tanpa Listrik dan Terisolir
© Ragil Gilang
Warga Kampung Ciseuti sedang gotong royong membuka akses jalan.

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia memang sudah 71 tahun merdeka, namun bagi 31 Kepala Keluarga di Kampung Ciseuti, Dusun Cikawung, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi, kemerdekaan itu belum dirasakan.

Pasalnya selama 23 tahun, kampung yang hanya berpenghuni 97 jiwa tersebut tidak pernah merasakan yang namanya listrik dan nikmatnya akses jalan mulus. Kalaupun bisa dilintasi dengan sepeda motor, pada saat musim kemarau saja, sehingga kesan terisolir semakin dirasakan warga.

Tidak ingin terus hidup dari keterasingan, Pemerintahan Desa Rambay bersama warga Kampung Ciseuti membuka akses jalan sepanjang 3,5 kilometer yang menghubungkan dengan Dusun Cikawung secara swadaya menggunakan peralatan seadanya.

“Kami seminggu sekali turun ke jalan bersama pak kepala desa, gotong royong membuka akses jalan,” ujar Hudin (35) Tokoh Pemuda Kampung Ciseuti kepada sukabumiupdate.com, melalui sambungan telepon, Jumat (21/4).

Selama puluhan tahun, jelas Hudin, warga khususnya anak-anak yang ingin berangkat sekolah ke SDN Cikawung harus berjalan kaki sejauh 3,5 kilometer dengan jarak tempuh 1,5-2 jam.

BACA JUGA:

Wah, Tiang Listrik Bambu Marak di Surade Kabupaten Sukabumi

Listrik Sering Padam, Warga Palabuhanratu Tuntut Ganti Rugi ke PLN

Lama Terisolir, Warga Karangmekar Kabupaten Sukabumi Bangun Jembatan Gantung

“Kasihan anak-anak ke sekolah, berangkatnya harus pukul 05.00 Wib pagi. Ada tujuh orang anak yang sekolah ke SDN Cikawung jalan kaki,” pungkasnya.

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Sukabumi bisa memberikan perhatian terkait akses jalan dan penerangan

Kami warga Kampung Ciseuti berharap ada perhatian dari pemerintah mengenai akses jalan dan aliran listrik. “Jadi, kemerdekaan bagi kami warga Ciseuti belum terasa,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Rambay, Suryadi, mengakui, jika kondisi Kampung Ciseuti hampir sama  dengan Kampung Cirengrang yang lokasinya bersebelahan. Masalahnya yaitu terkait jalan dan aliran listrik.

“Kami pihak desa akan tetap berupaya, agar secepatnya ke dua kampung tersebut tidak terisolir,” ungkapnya. 

Reporter: RAGIL GILANG/Kontributor
Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar