Jumat, 20 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


71 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Ciseuti Kabupaten Sukabumi Tanpa Listrik dan Terisolir

Sabtu, 22 April 2017 - 00:25:54 WIB


71 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Ciseuti Kabupaten Sukabumi Tanpa Listrik dan Terisolir
© Ragil Gilang
Warga Kampung Ciseuti sedang gotong royong membuka akses jalan.

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia memang sudah 71 tahun merdeka, namun bagi 31 Kepala Keluarga di Kampung Ciseuti, Dusun Cikawung, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi, kemerdekaan itu belum dirasakan.

Pasalnya selama 23 tahun, kampung yang hanya berpenghuni 97 jiwa tersebut tidak pernah merasakan yang namanya listrik dan nikmatnya akses jalan mulus. Kalaupun bisa dilintasi dengan sepeda motor, pada saat musim kemarau saja, sehingga kesan terisolir semakin dirasakan warga.

Tidak ingin terus hidup dari keterasingan, Pemerintahan Desa Rambay bersama warga Kampung Ciseuti membuka akses jalan sepanjang 3,5 kilometer yang menghubungkan dengan Dusun Cikawung secara swadaya menggunakan peralatan seadanya.

“Kami seminggu sekali turun ke jalan bersama pak kepala desa, gotong royong membuka akses jalan,” ujar Hudin (35) Tokoh Pemuda Kampung Ciseuti kepada sukabumiupdate.com, melalui sambungan telepon, Jumat (21/4).

Selama puluhan tahun, jelas Hudin, warga khususnya anak-anak yang ingin berangkat sekolah ke SDN Cikawung harus berjalan kaki sejauh 3,5 kilometer dengan jarak tempuh 1,5-2 jam.

BACA JUGA:

Wah, Tiang Listrik Bambu Marak di Surade Kabupaten Sukabumi

Listrik Sering Padam, Warga Palabuhanratu Tuntut Ganti Rugi ke PLN

Lama Terisolir, Warga Karangmekar Kabupaten Sukabumi Bangun Jembatan Gantung

“Kasihan anak-anak ke sekolah, berangkatnya harus pukul 05.00 Wib pagi. Ada tujuh orang anak yang sekolah ke SDN Cikawung jalan kaki,” pungkasnya.

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Sukabumi bisa memberikan perhatian terkait akses jalan dan penerangan

Kami warga Kampung Ciseuti berharap ada perhatian dari pemerintah mengenai akses jalan dan aliran listrik. “Jadi, kemerdekaan bagi kami warga Ciseuti belum terasa,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Rambay, Suryadi, mengakui, jika kondisi Kampung Ciseuti hampir sama  dengan Kampung Cirengrang yang lokasinya bersebelahan. Masalahnya yaitu terkait jalan dan aliran listrik.

“Kami pihak desa akan tetap berupaya, agar secepatnya ke dua kampung tersebut tidak terisolir,” ungkapnya. 

Reporter: RAGIL GILANG/Kontributor
Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar