Kamis, 25 Mei 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


23 Tahun Tanpa Pembangunan, Derita Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Rabu, 12 April 2017 - 00:33:05 WIB


23 Tahun Tanpa Pembangunan, Derita Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi
© Ragil Gilang
Warga membuka akses jalan.

SUKABUMIUPDATE.com - Kampung Cirengrang, Kedusunan Cimanggu, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuled, Kabupaten Sukabumi, mayoritas penduduknya adalah petani. Pembangunan di wilayah itu, masih sangat jauh dari kata layak.

Jalan rusak, fasilitas kelistrikan yang belum merata, sarana transportasi pun tidak ada, seakan membuat kampung itu terisolasi. Sehingga warga Cirengrang sangat mengharapkan adanya percepatan pembangunan di wilayah mereka.

Bahkan, untuk berobat, kata Sarujang (45) warga Kampung Cirengrang RT 03/06, harus menempuh jarak lumayan jauh. “Warga di sini kalau mau berobat lebih dekat ke Kecamatan Sagaranten, itu pun harus melintasi hutan Cimenteng. Sebelum menuju Sagaranten, pasti menginap dulu di Kampung Cimanggu, yang masih satu kecamatan dengan Desa Rambay,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (12/4).

Guna memudahkan akses jalan, sebut dia, warga secara gotong royong memperbaiki jalan lintas hutan Cimenteng. Perbaikan akses ini dilakukan, guna memudahkan sarana transportasi mengangkut hasil dan produk pertanian.

BACA JUGA:

Nasionalisme Pelajar SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi dalam Keterbatasan

Satu Guru TKS, Sembilan Pelajar, Tidak Tahu BOS, SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi Butuh Perhatian

“Harga pupuk jadi mahal karena jalan rusak. Untuk satu zak pupuk, ongkos pikulnya seribu Rupiah per kilogram. Jadi kalau satu karung pupuk beratnya 50 kilogram, ongkosnya Rp50 ribu. Sementara harga gabah kami jual hanya dua ribu Rupiah per kilogram. Jadi kalau panen tidak pernah untung, malah nombok,” terang dia.

Ketua RT 03, Ajid (55) mengatakan, saat ini, total jalan Cirengrang tidak bisa dilalui sepeda motor. “Kami sangat kewalahan kalau ada warga yang sakit.”

Banyaknya sumber daya alam milik petani seperti kayu jati, albasiah, dan lainnya, tidak memiliki arti. Harga biaya angkut dan harga jual hampir sama. “Tidak ada yang mau mengangkut hasil pertanian dari sini. Kalau pun ada, harganya sangat mahal,” keluhnya.

BACA JUGA:

Perjuangan Warga Girijaya Warungkiara Kabupaten Sukabumi untuk Seember Air Bersih

Rusak Sebelum Digunakan, Pamsimas Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, sebut dia, warga berbelanja ke Kecamatan Cidolog yang berjarak 16 kilometer. “Akses ke kampung kami seperti di pedalaman, terisolasi. Kami sangat berharap adanya pemerataan pembangunan,” harapnya.

Diterangkan, terakhir pembangunan di wilayah tersebut 23 tahun lalu, atau pada 1994 melalui program Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI/sekarang Tentara Nasional Indonesia) Masuk Desa (AMD). 

“Setelah AMD tahun 1994, sampai sekarang belum pernah ada pembangunan lagi,” pungkasnya.

Kepala Desa Rambay, Suryadi, mengaku telah berkali-kali mengajukan perbaikan jalan dan peningkatan pembangunan di wilayah kerjanya. Namun, kata dia, hingga kini belum terealisasi. 

“Daripada warga semakin sengsara, kami secara gotong royong membuka akses jalan,” singkatnya.

Reporter: RAGIL GILANG/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar