Rabu, 28 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin

Kamis, 25 Agustus 2016 - 19:59:38 WIB


22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
© FALAH KR/Kontributor
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi saat melakukan sidak, Kamis (25/8), ke PT Aqua Golden Mississippi (AGM).

SUKABUMIUPDATE.COM - Hasil sidak yang dilakukan oleh Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (25/8), ternyata grup PT Aqua Golden Mississippi (AGM) yakni PT Tirta Investama (TIV) yang beralamat di Jalan Cidahu, tepatnya di Kampung Pojok RT 03/01, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, tak memiliki Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA).

Informasi diperoleh sukabumiupdate.com saat sidak tersebut, TIV sudah beroperasi selama 22 tahun, atau sejak 1994. Sehingga selama pengoperasiannya, perusahaan pembuat air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut mencuri air milik warga Sukabumi, karena tidak memiliki SIPA.

"PT TIV melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 121 2015 Pasal 32 mengenai tidak membolehkan untuk memindahtangankan pengolahan air. Sehingga kami meminta untuk segera menutupnya, sebelum izin tersebut dilengkapi," jelas Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Asep Suherman kepada sukabumiupdate.com, Kamis.

Menurutnya, setelah menyidak tiga sumber air yang dikelola PT TIV, ternyata kepemiliknnya adalah PT AGM. Hal tersebut dinilai melanggar aturan sangat fatal, yang seharusnya PT AGM tidak memberikan sumber air ke PT TIV.

"PT TIV seharusnya memperoses dahulu izin SIPA. Padahal sudah puluhan tahun beroperasi," tambah Asep.

Sementara, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Deni Gunawan mengatakan, PT TIV ini bisa dikatakan perusahaan "bodong", alias tidak memiliki izin pengolahan. Selain merugikan negara juga melanggar aturan.

"Saya bersama tim Komisi I DPRD akan merekomendasikan kepada Bupati, atau pemerintah untuk tegas, bahkan jika perlu menutupnya. Sebelum kelengakapan izin terpenuhi," katanya.

Di tempat yang sama, Stakeholder Relation Regional Jawa Barat PT TIV Murtijo mengatakan pihak PT AGM memberikan sumber air ke PT TIV hanya satu sumber air. Memang hal ini yang nantinya akan kami bahas dan sebagai masukan.

"Masukan ini sebagai catatan kepada pimpinan kami. Soal berkas SIPA pun kami akan berkonsultasi dengan bagian yang berwenang," katanya. 

Reporter: FALAH KR/Kontributor
Redaktur: AA ROHMAN
Penyunting: RESITA NOVIANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar