Jumat, 22 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Happy Juice dari Cibadak, Ketika Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil


22 Ribu Lahan Garam Siap Dikembangkan

Selasa, 15 Agustus 2017 - 09:07:38 WIB


22 Ribu Lahan Garam Siap Dikembangkan
© facebook.com
Ilustrasi buruh garam sedang mengambil garam.

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada 22 ribu hektare lahan yang siap diekstensifikasi untuk pertanian garam. Lahan sebesar itu tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Ada di Nusa Tenggara Timur. Sisanya terpecah di Jawa, Madura, dan Jeneponto," kata Luhut Pandjaitan saat ditemui di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Luhut menuturkan lahan tersebut merupakan potensi lahan garam yang sudah ada dan baru. Ia menambahkan kini BPPT sedang menyiapkan teknologi yang membuat garam bisa dipanen dalam waktu 4 hari.

Sebelumnya, Luhut menjelaskan program ekstentifikasi lahan akan dilakukan di NTT dengan memanfaatkan lahan terlantar sebanyak 5 ribu hektare. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil juga menyatakan masalah lahan akan segera diselesaikan, termasuk lahan HGU seluas 3.700 hektare milik PT Pangung di NTT.

Luhut mengungkapkan pembangunan lahan-lahan tersebut akan dibangun secara paralel. Namun soal lahan di Jawa Tengah, Luhut melihat akan ada kesulitan karena air lautnya sudah tak terlalu bersih. "Kami memilih di Indonesia Timur karena airnya bagus."

Menurut Luhut para petani garam di sana akan dibikin dalam koperasi supaya efisien. "Nanti mau dibikin PT sendiri, terdaftar punya sahamnya di situ," ujarnya.

Luhut menjelaskan Selasa depan tim kecil soal garam akan berbicara lagi dengan konsep yang lebih matang, dan berbicara soal berapa lama ekstentifikasi lahan itu bisa dimulai konstruksinya. Lalu juga tentang kapan bisa menghentikan impor garam dan berapa struktur cost dari produksi garam.

Pemerintah, kata Luhut, juga akan meniadakan pembedaan garam industri dengan garam konsumsi. Selain itu juga akan dibuka kepada swasta pengelolaannya, bahkan juga akan dibuka sampai ke industri turunannya. "BPPT mau sampai empat macam turunannya," tuturnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar