Jumat, 23 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


10 Fakta Jalan Alternatif Cicurug Kabupaten Sukabumi

Jumat, 23 Desember 2016 - 04:46:35 WIB


10 Fakta Jalan Alternatif Cicurug Kabupaten Sukabumi
© Bagea Awi
Wisata kuliner di Jalan Alternatif Cicurug.

SUKABUMIUPDATE.COM - Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, entah bagaimana awal mula ceritanya, sehingga pada sebelum tahun 1980-an masih dikenal sebagai Kota Pisang.

Namun kini, kota kecamatan yang terletak di bagian Barat Kabupaten Sukabumi ini lebih dikenal sebagai kota macet. Selain disebabkan volume kendaraan yang terus meningkat, ada banyak alasan kenapa kemacetan bisa terjadi setiap saat di kota kecil yang berbatasan dengan Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor ini.

Namun, sukabumiupdate,com kali ini akan merangkum sepuluh fakta di Jalan Alternatif Cicurug, yang memang dibangun sebagai salah satu upaya menyelesaikan sengkarut lalu lintas di jalur utama Sukabumi-Bogor.

1. Pintu Tenjoayu

Pintu masuk kendaraan yang hendak melalui jalur alternatif ini memang tanpa sodetan. Sehingga saat peak hour, Anda yang hendak ke Cicurug kota, harus menunggu giliran lewat, karena terhalang kendaraan yang hendak masuk atau keluar Jalan Alternatif Cicurug. Bahkan tidak jarang, terutama saat peak season, masuk keluar kendaraan di titik ini, menyebabkan kemacetan panjang hingga ke Cigombong, Kabupaten Bogor.

2. Perlintasan KA Tenjoayu

10 meter dari mulut jalan keluar menuju jalan utama, terdapat perlintasan kereta api (KA), sehingga jika kendaraan yang hendak masuk jalur alternatif terhalang KA yang hendak melintas, membuat antrian kendaraan akibat terhalangi di jalur utama.

3. Banyak Pabrik

Di sepanjang jalur alternatif ini setidaknya terdapat lima pabrik. Sehingga pada saat jam masuk atau pulang kerja, jalur sempit ini tidak ramah buat pengguna jalan, karena banyak kendaraan roda dua dan empat yang menjemput karyawan terparkir di sepanjang jalan area pabrik.

4. Tanjakan Maut

Tanjakan ini memang tidak didisain untuk kendaraan besar. Namun demikian, tanjakan yang terletak di Kampung Pabrik Aci, Desa Tenjoayu ini pun, tidak ramah bagi kendaraan kecil berusia tua. Banyak kendaraan kecil alami mogok di ruas tanjakan maut ini.

5. Jajanan Kuliner

Arus lalu lintas kendaraan yang tidak terlalu ramai, menjadikan kawasan ini cocok sebagai tempat kongkow dan berwisata kuliner. Ada banyak spot kawasan jajanan kuliner di jalur ini, dari mulai Dapur Ulin dari pintu masuk Tenjoayu, hingga daerah Gedung Putih. Sehingga tidak heran, jika pada hari libur banyak digunakan kalangan muda untuk nongkrong.

6. Jalanan Rusak

Jika tanjakan Pabrik Aci tidak ramah untuk kendaraan besar, maka kondisi saat ini, jalur alternatif ini justru tidak ramah bagi city car dan kendaraan jenis sedan. Kubangan air akibat jalan yang berlubang, dengan diameter berbagai ukuran, 20 centimeter hingga dua meter banyak ditemui di jalur ini. "Haduh, repot. Jalannya udah kayak sungai kering. Ngopi aja dulu sambil numpang ke toilet," ujar Dhoni Nurcahyo (41), Warga Pondokpetir, Kota Tangerang Selatan, Banten, yang kebetulan bertemu sukabumiupdate.com, di salah satu warung, di daerah Warungceuri, Minggu (18/12).

7. Jalan Sempit

Selain tanjakan maut dan jalan rusak, banyak titik di jalur ini terlalu sempit untuk dilintasi kendaran dari dua arah. Sehingga jangan heran jika pada titik-titik tertentu, kendaraan dari dua arah harus rela bergantian untuk melintasinya.

8. Banyak Pak Ogah

Dari bocah ingusan berbaju belel hingga kakek-kakek berseragam Linmas (perlindungan masyarakat), banyak ditemui di jalur ini. Mereka berkelompok terdiri dari dua hingga lima orang. Umumnya mereka memilih titik-titik sempit jalan, tikungan tajam, dan jalanan rusak, untuk sekadar berharap recehan.

9. Pabrik Tidak Miliki Area Parkir

Pantauan sukabumiupdate.com, dari sekitar lima pabrik yang berdiri, kesemuanya tidak memiliki cekungan tempat parkir kendaraan penjemput karyawan. Sebaiknya hindari juga jalur ini pada saat jam masuk dan pulang kerja. Selain tidak memiliki area parkir dan cekungan, beberapa di antaranya, sedikit ruang kosong pun diisi pedagang kaki lima (PKL) sehingga membuat jalan menjadi semakin sempit.

10. Pintu Cipanggulaan dan Gang Koramil

Seperti halnya pintu masuk kendaraan di sekitar Tenjoayu, pintuk keluar di daerah Cipanggulaan, Desa Pondokasolandeuh pun, tidak memiliki sodetan. Sehingga saat peak hour atau season, Anda harus menunggu giliran lewat, karena terhalang kendaraan yang hendak masuk atau keluar jalur tersebut. 500 meter dari pintu masuk dan keluar ini terdapat pabrik yang tidak memiliki cekungan, dan setelahnya, banyak terdapat tikungan tajam. Berhati-hatilah!

Reporter: BAGEA AWI/Kontributor
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar